Selasa, 14 April 2026

Berita Kubar Terkini

Kasus Stunting di Kubar Naik 7,3 Persen, Bupati FX Yapan Mengaku Prihatin

Privalensi peredaran kasus stunting di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,3 persen dalam dua tahun ini

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Bupati Kubar FX Yapan menyampaikan arahannya dalam kegiatan rembuk stunting yang berlangsung di balai Aji Tulur Jejanngkat.TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Privalensi peredaran kasus stunting di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tercatat mengalami peningkatan sebesar 7,3 persen dalam dua tahun terakhir. 

Hal itu terungkap dari data hasil survey dari tim SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) di Kutai Barat yang menyebutkan tahun 2021 peredaran kasus stunting di Kubar kubar sebesar 15,80 persen, sedangkan pada tahun 2022, kasus stunting tercatat sebesar 23,1 persen,  sehingga jika ditinjau berdasarkan data tersebut terjadi peningkatan sebesar 7,3 persen.

Disisi lain, Pemkab Kubar melalui Dinas terkait terus berupaya menekan kasus penyebaran stunting tersebut, bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga diminta ambil peran dalam upaya penuruan kasus stunting tersebut.

Bupati Kubar FX Yapan mengaku prihatin dengan peningkatan kasus stunting tersebut.

Baca juga: FX Yapan Targetkan Penurunan Stunting di Kutai Barat Sebesar 14 Persen

Baca juga: Strategi Turunkan Angka Stunting Pemkab Mahulu Melakukan 8 Aksi Konvergensi

Ia pun meminta seluruh OPD yang dilibatkan agar lebih serius melakukan upaya penurunan stunting  yang dapat menyentuh langsung di masyarakat.
 
"Mari kita bergerak maju, serius dan lebih perduli lagi dalam upaya menekan kasus stunting ini sehingga generasi Kutai Barat ke depannya dapat lebih sehat dan berkualitas," katanya, Rabu (28/6).

Dia mengatakan Pemkab Kubar saat ini tengah menargetkan upaya penurunan kasus stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen sesuai target nasional. 

"Semua harus dapat memberikan kontribusi nyata untuk mendukung program tersebut, sehingga Penurunan Stunting di Kutai Barat dapat menurun sesuai dengan target nasional 14 persen," tegasnya. 

Bupati berharap langkah strategis dan perlakuan yang tepat sasaran terhadap kasus-kasus stunting yang terjadi terlebih pencegahannya.

Baca juga: TPPS Paser Gelar Roadshow ke Berbagai Kecamatan, Terima Aduan Kendala Penanganan Stunting

Perlu diketahui, Kutai Barat menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur  yang terindikasi ada 10 Kecamatan dan 23 Kampung, yang tercatat dalam lokus penyebaran kasus stunting dan tahun 2023 ini ditargetkan bisa teratasi secara maksimal.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved