Breaking News

Sopir Dikeroyok Pemotor

Sopir Truk tak Beri Kesempatan Nyalip, Motor Pelaku Malah Disenggol, Adu Mulut Berakhir Penganiayaan

Sopir Truk tak Beri Kesempatan Nyalip, Motor Pelaku Malah Disenggol, Adu Mulut Berakhir Penganiayaan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Dua pelaku pengeroyokan sopir truk di Jalan Soekarno-Hatta KM31, Desa Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur kini mendekam di penjara, Kamis (13/7/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sopir Truk tak Beri Kesempatan Nyalip, Motor Pelaku Malah Disenggol, Adu Mulut Berakhir Penganiayaan.

Seorang sopir truk diduga menghalangi atau menutup ruang bagi pengendara motor dalam perjalanan dari Balikpapan menuju Samarinda, Kamis (13/7/2023).

Selain tak memberi ruang, sopir truk itu juga meneriaki dan menyenggol motor pelaku hingga keluar badan jalan.

Baca juga: Sopir Truk yang Dikeroyok 4 Pemotor di Kukar Koma dan Pakai Alat Bantu Napas, Kronologi Pemukulan

Hal inilah yang memicu terjadinya pengeroyokan atau penganiayaan terhadap sopir truk itu.

Berikut pengakuan pelaku pengeroyok sopir truk hingga babak belur di Jalan Soekarno-Hatta KM 31, Desa Batuah, Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Diketahui, Polsek Loa Janan telah mengamankan dua pelaku pengeroyok sopir truk. Keduanya berinisial A (18) dan K (25), mereka datang menyerahkan diri.

Saat ditanya oleh TribunKaltim.co, pelaku pengeroyok berinisial A mengaku telah melemparkan batu ke arah leher korban hingga terjatuh.

"Saya lempar saja sekali, saya tidak tau keluar darah atau tidak. Saat korban jatuh, kepala langsung diinjak," ungkapnya, Kamis (13/7/2023).

Batu yang diambil dari sekitar lokasi itu hanya sekali dilempar. A melempar batu kepada korban lantaran kesal tak diberi kesempatan untuk menyalip.

Baca juga: Kondisi Sopir Truk Koma Usai Dikeroyok 4 Pemotor di Km 31 Kukar, Buntut Cekcok di Jalan Raya

Saat itu, A bersama tiga rekannya tengah melakukan sunmori dari arah Balikpapan menuju Kota Samarinda.

Di tengah perjalanan, ia ingin menyalip truk tersebut. Namun tidak diberi kesempatan, sang sopir truk justru meneriaki dan menyenggol kendaraan pelaku hingga keluar badan jalan.

Emosi atas kejadian itu, A langsung mengejar korban. Namun, korban sopir truk pun tidak memperdulikannya.

Hingha di kawasan KM 31 korban berhenti sendiri serta turun dan keluar dari mobilnya, kemudian terjadi adu mulut serta pemukulan.

"Saya lempar pakai batu karena kesal, mau nyalip ga dikasih jalan, sampai disenggol keluar jalur, sudah saya teriakin minggir tapi tidak mau dengar," jelasnya.

Akibat perbuatanya, laki-laki tamatan sekolah dasar (SD) ini pun harus mendekam dibalik jeruji besi untuk sementara waktu

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved