Berita Viral
Viral Kabar Transmigrasi ke IKN Nusantara, Alimuddin Bantah yang Ada di Paser Bukan Penajam
Sosok Alimuddin selain dikenal sebagai pejabat di Pemkab Penajam Paser Utara, kini juga menjabat sebagai Deputi Sosial, Budaya
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Alimuddin membantah soal adanya program transmigrasi ke kawasan Ibu Kota Negara Indonesia yang bernama IKN Nusantara.
Sosok Alimuddin selain dikenal sebagai pejabat di Pemkab Penajam Paser Utara, kini juga menjabat sebagai Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Nusantara.
Tersiar kabar di berbagai kanal media sosial, disebutkan masyarakat Yogyakarta akan berangkat ke IKN Nusantara untuk mengikuti program transmigrasi di Penajam Paser Utara, lokasi IKN Nusantara.
Kontan, kabar itu kemudian viral, jadi perbincangan di tengah masyarakat karena kadung tersiar informasi yang menyebut wacana 6 ribu lebih warga Yogyakarta.
Bersiap-siap akan bertransmigrasi ke IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Baca juga: Otorita IKN Nusantara Tanggapi soal Tanah Ahli Waris Kesultanan AM Parikesit
Pihak Badan Otorita IKN dengan tegas menyatakan informasi wacana 6 ribu lebih warga Yogyakarta akan bertransmigrasi ke IKN Nusantara merupakan hoaks.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Yogyakarta juga membantah hal tersebut.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin menegaskan transmigrasi merupakan program sebelum adanya IKN Nusantara.
"Tidak ada itu. Itu program sebelum ada IKN. Adanya IKN, sudah enggak ada lagi (program transmigrasi). Yang ada itu di Paser, bukan di Penajam Paser Utara," tegasnya kepada TribunKaltim.co pada Senin (7/8/2023).
Program transmigrasi tidak ada yang ditujukan ke IKN Nusantara.
Ketika IKN sudah ditetapkan di Kalimantan Timur, semuanya telah mengikuti Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan area induk dari IKN.
Baca juga: Program Transmigrasi ke IKN Nusantara tak Ada, Pengiriman 6 Ribu Warga Yogyakarta Hoaks
"Kami enggak ada (transmigrasi). Itu dulu program sebelum ada IKN. Setelah ada IKN, semuanya mengikuti RTRW dan area induk IKN. Berita yang kemarin itu hoaks," tegasnya.
Sebelumnya, di sejumlah media online dan di media sosial instagram sempat memberitakan serta memuat informasi terkait wacana transmigrasi 6 ribu warga Yogyakarta ke IKN.
Informasi menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya bagi masyarakat lokal Kalimantan Timur.
Mengutip dari pemberitaan yang sempat viral, Kepala Bidang Perlindungan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Yogyakarta, Elly Supriyanti mengatakan, sebanyak 6.823 jiwa yang dimaksud merupakan akumulasi peserta program transmigrasi Yogyakarta sejak 2008 hingga 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230807_Isu-Transmigran.jpg)