Breaking News

Berita Penajam Terkini

Karhutla di PPU Sudah Hanguskan 17 Hektar Lahan, Rata-rata Pembukaan Lahan Baru

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Agustus 2023 ini telah ada sebanyak 12 kejadian

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Agustus 2023 ini telah ada sebanyak 12 kejadian. TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Agustus 2023 ini telah ada sebanyak 12 kejadian.

Karhutla yang terjadi itu menghanguskan setidaknya 17 hentar lebih lahan.

Demikian disampaikan Kepala BPBD PPU, Budi Santoso kepada TribunKaltim.Co, Minggu (27/8/2023).

Budi menjelaskan bahwa karhutla yang terjadi masih disebabkan oleh ulah masyarakat, yang membuka lahan baru dengan cara dibakar.

"Penyebabnya masih karena pembukaan lahan," ungkapnya.

Baca juga: Daftar Titik Panas Sekitar IKN Nusantara, Potensi Karhutla harus jadi Pertimbangan Pindah Ibu Kota

Baca juga: Bupati Paser Fahmi Fadli Minta Perusahaan Ikut Berpartisipasi dalam Tangani Karhutla

Masyarakat yang menyebabkan karhutla juga telah ada yang diproses hukum oleh Polres setempat.

Hal itu guna memberikan efek jera, atas perbuatan mereka.

"Beberapa kemarin ada yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi, artinya ada proses hukum," sambungnya.

Kejadian karhutla paling banyak berada di kecamatan Penajam, terutama di lahan gambut.

Total ada 11 kejadian di Penajam, dan sisanya berada di Kecamatan Babulu.

BPBD PPU terus melakukan antisipasi meluasnya kawasan yang terbakar. 

Terlebih, sumber air baku disekitar lokasi juga sudah mulai mengering.

Bahkan, BPBD PPU sempat melakukan upaya pemadaman dengan cara manual, lantaran keterbatasan sumber air baku.

"Kami lakukan pemadaman dengan cara manual, itu luar biasa sekali tenaga yang dikeluarkan," lanjutnya.

Baca juga: Ada Titik Panas, Walhi Sebut IKN Nusantara Rentan Ancaman Karhutla Setiap Tahun

Dalam waktu dekat, rencananya Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim akan membuatkan embung dibeberapa lokasi rawan kebakaran yang pasokan air bakunya terbatas.

"Kami dapat informasi di provinsi, akan membuatkan embung air di daerah titik rawan kebakaran," pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved