Senin, 18 Mei 2026

Video Viral

Pasukan Wagner Terpecah, ke Rusia Atau Bela Ukraina Demi Balas Kematian Prigozhin

Pasukan Wagner terpecah, ke Rusia atau bela Ukraina demi balas kematian Yevgeny Prigozhin

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Kiprah perusahaan militer swasta Wagner memasuki babak baru seiring terkonfirmasinya para jenazah di pesawat jet pribadi yang jatuh di dekat Moskow awal pekan lalu.

Dilansir dari Tribunnews.com, sebanyak 10 jenazah dari penumpang pesawat yang jatuh di wilayah Tver, sebelah utara ibu kota Rusia, pada 23 Agustus lalu itu disebutkan dipastikan adalah Yevgeny Prigozhin dan Dmitry Utkin, dua pentolan Grup Wagner serta para petinggi PMC itu.

Sebelumnya, para jenazah disebutkan dalam kondisi terbakar susah untuk diidentifikasi secara fisik.

Memerlukan waktu untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan identitas tiap korban.

Belakangan, Komite Investigasi Rusia menyebut, pemeriksaan DNA para korban menunjukkan kalau ke-10 jenazah merupakan nama-nama yang berada di manifes pesawat tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, identitas 10 korban telah diketahui dan sesuai dengan daftar yang tertera dalam daftar penerbangan," kata juru bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko.

Konfirmasi ini yang memunculkan spekulasi dari apa yang bakal dilakukan ribuan tentara bayaran Wagner setelah bos-bos mereka tewas.

Dalam sejumlah skenario, para tentara bayaran ini diyakini akan berpencar dalam dua pilihan.

Dua opsi itu adalah, pertama mengikuti dekrit Presiden Rusia Vladimir Putin agar anggota paramiliter di Rusia bersumpah setia ke negara di depan bendera kebangsaan.

Opsi ini dinilai sebagai pengambilan aset dan sumber daya Wagner oleh negara, berikut hak dan kewajibannya, termasuk gaji dan tunjangan.

Opsi ini cenderung merugikan lantaran gaji yang para anggota tentara bayaran Wagner lazimnya lebih berlipat ketimbang tentara organik Rusia.

Namun, dengan mengikuti opsi ini, para tentara Wagner yang sebagian besar direkrut dari penjara, juga akan tetap menerima 'pengampunan' atas hukuman mereka.

Pilihan lainnya, dan yang paling ditakutkan, adalah rencana mereka membalas dendam atas kematian Prigozhin.

Sejumlah sumber menyebut, Wagner sebagai sebuah organisasi profesional, disebutkan sudah punya standart operasional procedure (SOP) saat pemimpin mereka berhalangan, baik sakit ataupun tewas.

Dalam kasus Prigozhin, SOP pertama yang harus dilakukan para tentara Wagner adalah membalas kematiannya terhadap siapapun yang dianggap bertanggung jawab.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved