Video Viral
Pasukan Wagner Terpecah, ke Rusia Atau Bela Ukraina Demi Balas Kematian Prigozhin
Pasukan Wagner terpecah, ke Rusia atau bela Ukraina demi balas kematian Yevgeny Prigozhin
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
Saat ini, pemerintahan Rusia, Vladimir Putin beserta para jenderalnya, dianggap sebagai sosok yang harus membayar kematian Putin.
Laporan beberapa jari lalu menyebut, tentara Wagner menunggu konfirmasi resmi kematian Prigozhin untuk melaksanakan balas dendam bertajuk "Marcch of Justice II" dengan Moskow sebagai target pembalasan.
Skenario lainnya adalah anggota Wagner menuruti bujukan sekelompok militan Rusia yang berperang di pihak Ukraina.
Dilansir Reuters, kelompok ini adalah Korps Relawan Rusia (RVC).
Mereka meminta tentara bayaran Kelompok Wagner untuk berpindah pihak dan bergabung dalam barisan mereka untuk membalas kematian pendiri Yevgeny Prigozhin dan Dmitry Utkin.
“Anda menghadapi pilihan serius sekarang – Anda dapat berdiri di posisi Kementerian Pertahanan Rusia dan menjadi pengawas bagi para eksekutor komandan Anda atau membalas dendam,” kata Komandan RVC, Denis Kapustin dalam pidato video yang dipublikasikan pada Kamis malam lalu.
“Untuk membalas dendam, Anda perlu memihak Ukraina,” kata komandan tersebut.
Kapustin, seorang warga negara sayap kanan Rusia, mendirikan kelompok bersenjata tersebut setahun yang lalu.
RVC berperang di pihak Ukraina dan mengatakan pihaknya berada di balik beberapa serangan militer di wilayah perbatasan Rusia.
Seperti diketahhui, kecelakaan itu terjadi dua bulan setelah Prigozhin dan tentara bayaran Wagner melancarkan pemberontakan melawan komandan militer Rusia. (*)