Berita Kukar Terkini
200 Hektare Lahan Pertanian di Kukar Kembali Terancam Gagal Panen
Ratusan hektare sawah di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur terancam gagal panen karena dihantui kemarau berkepanjangan
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ratusan hektare sawah di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur terancam gagal panen karena dihantui kemarau berkepanjangan
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik mengatakan, ada 200 hektare lahan pertanian padi yang berpotensi terjadi gagal panen atau puso.
“Jadi baru ada indikasi, tapi jumlahnya tidak banyak. Yakni masih dibawah 200 hektare,” ujar Taufik, Selasa (5/9/2023).
Melihat kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar bergerak cepat untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kodim 0906/KKR, telah melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lahan pertanian di Kukar.
Baca juga: Risiko Gagal Panen Mendera Petani Balikpapan dan Penajam Paser Utara
Baca juga: Petani di Kukar Diusulkan Terima Asuransi Jika Gagal Panen Akibat Kemarau
Dari hasil peninjauan tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan telah menentukan langkah-langkah strategis sebagai bentuk antisipasi terjadinya gagal panen.
“Kemarin kita tinjau ternyata masih ada sumber air walaupun kecil, jadi ini masih bisa dioptimalkan dengan menggunakan pompa air,” ungkapnya.
Taufik berpesan, bagi petani yang mulai mengalami kekeringan agar segera berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Sehingga dapat dibantu melakukan pengairan lahan dengan menggunakan pompa air yang telah disiapkan oleg Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar.
“Mudah-mudahan bisa membantu, walau mungkin jangkauannya tidak luas,” tambahnya.
Asuransi Gagal Panen
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara mengusulkan pemberian kompensasi berupa asuransi kepada petani.
Asuransi tersebut akan diberikan apabila petani di Kutai Kartanegara gagal panen akibat musim kemarau yang tengah melanda Provinsi Kalimantan Timur.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi mulai bulan Agustus hingga Oktober, Benua Etam dilanda musim kemarau.
Hal ini dipicu karena fenomena el nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang datang bersamaan. Sehingga memungkinkan terjadinya gagal panen, sumber air baku mengering hingga kebakaran hutan dan lahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Kawasan-pertanian-di-Kabupaten-Kutai-Kartanegara.jpg)