Berita Malinau Terkini

Mengenal Upacara Adat Dayak Kayan di Malinau, Meju Anak Ufah Penentuan Calon Pemimpin

Mari kita mengenal prosesi upacara adat Dayak Kayan di Malinau, Meju Anak Ufah yakni penentuan calon pemimpin

Editor: Budi Susilo
TribunKaltara.com/Mohamad Supri
Ketua Persatuan Dayak Kayan Kabupaten Malinau, Ping Ding saat menyerahkan cindera mata sebagai tanda kesyukuran atas kerukunan masyarakat pada Irau ke 10 Malinau, Kalimantan Utara, Jumat (13/10/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Mari kita mengenal prosesi upacara adat Dayak Kayan di Malinau, Meju Anak Ufah yakni penentuan calon pemimpin. 

Dayak Kayan merupakan satu dari sekian ras atau etnis Dayak tertua di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Mayoritas masyarakat adatnya mendiami pesisir hulu Sungai Kayan wilayah dataran Tinggi Apau Kayan, Kalimantan Utara.

Sebagai satu dari sekian etnis tertua, pranata sosial masyarakat Kayan ditata sistematis.

Baca juga: Filosofi dan Relasi Masyarakat Adat Dayak Abay Kalimantan Utara dengan Alam dan Leluhur

Mulai dari kebudayaan, adat istiadat hingga menentukan calon pemimpin atau raja sejak dini.

Persembahan Masyarakat Dayak Kayan di Malinau menampilkan beragam ritual adat yang menjadi kebanggaan dan bagian sejarah.

Di antaranya adalah Upacara Adat "Meju Anak Ufah".

Prosesi sakral menentukan calon pemimpin sejak putra berusia balita tersebut telah menjadi kebiasaan.

Sekaligus lambang kematangan dalam sistem perpolitikan masyarakat adat kala dulu.

Baca juga: Mecaq Undat Pesta Panen Masyarakat Dayak Kenyah di Sungai Bawang Kukar

Jauh sebelum peradaban moderen, nenek moyang masyarakat adat Kayan telah mempersiapkan calon petinggi suku sejak keturunannya berusia 1 tahun.

Penobatan calon pemimpin dilakukan melalui Upacara Adat "Ufah". Dimulai tahapan pentabisan melalui ritual adat.

Prosesi ini menandakan anak ufah telah dipilih untuk dibesarkan sebagai calon pemimpin Kayan.

"Prosesi Anak ufah merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Kayan yang terdiri dari puluhan sub-etnis sejak dulu," ujar Ketua Persatuan Dayak Kayan Malinau, Ping Ding.

Upacara adat ini dipercayai dapat mencetak calon pemimpin yang kuat, berjiwa ksatria, tegar dan berwibawa dan berkarisma.

Baca juga: Gelar Mubes ke-IV, Masyarakat Dayak Kenyah Kaltim Sampaikan Siap Sambut IKN Nusantara

Tokoh adat dan pemimpin prosesi adat Kayan Malinau, Esly Pari menjelaskan, ketika anak ufah beranjak dewasa akan dinobatkan sebagai pemimpin.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved