Berita Samarinda Terkini

Sederet Fakta Unik 'Teras Samarinda' Ada Amfiteater, Terhubung ke Semua Jalan di Kota Samarinda

Inilah sederet fakta unik dan fasilitas di 'Teras Samarinda' mega proyek yang kini tengah digarap Pemkot Samarinda.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
TERAS SAMARINDA - Kawasan Tepian Sungai Mahakam Jalan Slamet Riyadi Kota Samarinda Kalimantan Timur, difoto Mei 2022. Inilah sederet fakta unik dan fasilitas di 'Teras Samarinda' mega proyek yang kini tengah digarap Pemkot Samarinda. 

TRIBUNNKALTIM.CO - Inilah sederet fakta unik dan fasilitas di 'Teras Samarinda' mega proyek yang kini tengah digarap Pemkot Samarinda.

Walikota Samarinda Andi Harun mengatakan, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, terus berbenah dan tak berhenti melakukan evaluasi di semua lini.

Bahkan untuk memastikan semua berjalan dengan benar, Walikota Samarinda Andi Harun intens mengawasi progres setiap program langsung ke lapangan.

Salah satu mega proyek Pemkot Samarinda yang sedang dikerjakan yakni "Teras Samarinda."

Baca juga: Andi Harun Tinjau Drainase di Samarinda, Minta Bongkar Tugu dan Tralis Ruko

Walikota Andi Harun menyebut, ia akan menciptakan suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Samarinda melalui mega proyek ini.

Melalui proyek Teras Samarinda, ia optimistis membuat Kota Samarinda bertransformasi menjadi unggul di masa yang akan datang.

“Jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana ini menjadi tempat bagi pembangunan peradaban di masa depan,” tutur Andi Harun.

Proyek Teras Samarinda yang sedang dibangun ini memiliki panjang kurang lebih 7 kilometer dan pengerjaannya dibagi menjadi beberapa segmen.

“Secara keseluruhan dari Jembatan Mahakam sampai Pelabuhan Samarinda kurang lebih 7 kilometer,” sebutnya.

Segmen I dimulai dari BTN hingga depan Kantor Gubernur yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda.

Segmen ini menggunakan anggaran sebesar Rp36 miliar. Kemudian segmen II dan seterusnya berada di kawasan Dermaga Pasar Pagi yang dimulai dari depan Rumah Jabatan Gubernur hingga kawasan traffic light di depan Masjid Raya Darusallam dan Pelindo.

Material atau bahan yang digunakan ada yang dipasok dari luar daerah bahkan diimpor dari Belgia.

TERAS SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun saat meninjau progres dari proyek Teras Samarinda di segmen I di depan kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda pada Rabu (18/10/2023).
TERAS SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun saat meninjau progres dari proyek Teras Samarinda di segmen I di depan kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda pada Rabu (18/10/2023). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA)

Walikota Andi Harun merinci, pagar yang digunakan nantinya berasal dari Bandung, dan saat ini sedang diproduksi bahkan sedang dalam tahap Cutting CNC (Computer Numerical Control).

“Juga nanti membran berasal dari Belgia, dan Amfiteater kami datangkan dari Jakarta,” beber Walikota Andi Harun saat sedang meninjau progres proyek Teras Samarinda Segmen I di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (18/10/2023) lalu.

Baca juga: Andi Harun Janji Rahasiakan Pelapor yang Bongkar Sosok Pelaku Pemalakan Sopir Truk DLH Samarinda

Bahkan, kabel-kabel jaringan akan didesain dengan rapi di dalam tempat khusus yang mirip dengan box culvert.

“Seperti yang biasanya digunakan dalam sistem drainase. Jadi nanti tampilan Teras Samarinda akan modern dan lebih rapi,” ujar Andi Harun.

Selain menggunakan konsep pedestrian yang terintegrasi nantinya, akan ada moda transportasi massal dengan bus terjadwal.

Tak hanya menampilkan transportasi ramah lingkungan dan modern, masyarakat juga dapat melakukan aktivitas lain seperti olahraga, rekreasi, berdiskusi bersama, menggelar pertunjukan, hingga menikmati stand UMKM sembari melihat pesona Sungai Mahakam.

Ilustrasi cuaca cerah di kawasan tepian Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
TERAS SAMARINDA - Ilustrasi cuaca cerah di kawasan tepian Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Inilah sederet fakta unik dan fasilitas di 'Teras Samarinda' mega proyek yang kini tengah digarap Pemkot Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO)

Teras ini akan terhubung dengan semua jalan di Kota Samarinda.

Dengan adanya pembangunan mega proyek ini, Walikota Samarinda Andi Harun memastikan Teras Samarinda dapat mengendalikan aktivitas di atas trotoar maupun bahu jalan menjadi lebih tertib.

Baca juga: Walikota Andi Harun akan Tebar Pesona Magical of Samarinda demi Wajah Baru Kota

“Termasuk akan mengubah kebiasaan parkir di tepi dan bahu jalan menjadi lebih tertib melalui sikap dan mental yang berani berubah,” tegasnya.

Dengan pengerjaan secara bertahap dan konsisten, proyek tersebut ditargetkan bakal selesai pada tahun 2030.

Tentu akan menambahkan identitas sebagai kota yang benar-benar siap menyambut IKN Nusantara dengan spirit ‘bebaya.’

"Yang lahir dari leluhur kita yakni Kerajaan Kutai Ing Martadipura,” ujar Andi Harun.

Walikota Samarinda, Andi Harun saat meninjau progres dari proyek Teras Samarinda di segmen I di depan kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda pada Rabu (18/10/2023).
Walikota Samarinda, Andi Harun saat meninjau progres dari proyek Teras Samarinda di segmen I di depan kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Samarinda pada Rabu (18/10/2023). (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA)

Menampilkan konsep Teras Samarinda sebagai halaman keluarga bagi masyarakat, Andi Harun menjelaskan, wajah baru ini akan menjadi tempat ekspresi semangat kekeluargaan serta keakraban yang begitu intens.

Selain ladang investasi, bisnis, dan ekonomi, sekaligus akan menjadi pintu destinasi bagi masyarakat lokal, luar daerah dan luar negeri.

“Konsep kerukunan bahagia sambil menikmati Magical of Samarinda (Pesona Sungai Mahakam), ini merupakan modal utama untuk peradaban kita,” pungkasnya.

Apa Itu Amfiteater?

Dikutip dari Wikipedia Amfiteater atau ampiteater adalah sebuah gelanggang terbuka yang digunakan untuk pertunjukan hiburan dan pertunjukan seni.

Amfiteater Yunani kuno dibangun membentuk setengah lingkaran, dengan tempat duduk berjenjang di sekitar area pertunjukan.

Sedangkan amfiteater Romawi kuno berbentuk oval atau lingkaran dengan tempat duduk yang dibuat di sekelilingnya, serupa dengan stadion olahraga modern.

Amfiteater modern bentuknya beraneka ragam; amfiteater yang lokasi tempat duduk penontonnya hanya di satu sisi, amfiteater melingkar atau amfiteater yang menyerupai stadion.

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved