Senin, 27 April 2026

Berita Penajam Terkini

Air PDAM Penajam Paser Utara Mati, Berikut 11 Kelurahan yang Kena Dampak

Ada 11 kelurahan atau desa khusus di Kecamatan Penajam, mengalami penghentian distribusi air, sejak Senin pagi 30 Oktober 2023.

|
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
HO/PDAM PPU
Kondisi air di WTP Lawe-lawe yang mengalami penurunan drastis akibat kemarau di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kini ada 11 kelurahan di Penajam Paser Utara tidak bisa terlayani air bersih dari PDAM PPU, Senin (30/10/2023).  

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Distribusi air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum atau Perumda Danum Taka Penajam Paser Utara atau PDAM PPU kembali mengalami gangguan.

Ada 11 kelurahan atau desa khusus di Kecamatan Penajam, mengalami penghentian distribusi air, sejak Senin pagi 30 Oktober 2023.

Gangguan sudah mulai terjadi sejak Minggu 29 Oktober 2023, namun air masih mengalir meski dengan tekanan yang sangat rendah.

Menurut Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, kondisi ini disebabkan karena adanya penurunan kapasitas air baku di bendungan Lawe-lawe.

Baca juga: Diguyur Hujan Selama 3 Hari, Debit Air Baku PDAM PPU Kembali Normal

Air di bendungan, turun hingga 50 persen, berdampak pada pelayanan air bersih di Penajam Paser Utara.

Akibatnya produksi air baku hanya 70 sampai 80 liter perdetik. Turun drastis dari yang biasanya 110 liter perdetik.

"Ada penurunan kapasitas produksi, distribusi air ke pelanggan juga menurun dari 6 bar menjadi 5 sampai 4 bar," ungkapnya.

Tidak hanya penghentian distribusi, kualitas air juga mengalami penurunan. Air akan keruh, atau berwarna kuning hingga hitam.

Baca juga: Air Baku Menyusut, PDAM PPU akan Menggilir Distribusi Air untuk Pelanggan di Kecamatan Penajam

Belum dapat dipastikan sampai kapan kondisi ini akan berlangsung.

Namun, saat ini pihak Perumda masih melakukan upaya untuk mengalirkan sisa air yang berasal dari genangan disekitar sungai Lawe-lawe.

"Kita masih berupaya mengalirkan sisa-sisa genangan yang ada," jelasnya.

Sejumlah embung yang dimaksimalkan oleh Perumda mengalami kondisi yang sama, karena kemarau yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir ini.

Baca juga: Dapat Hibah Rp1 Miliar dari Australia, PDAM PPU Bakal Perluas Jaringan Perpipaan di Kawasan Pesisir

Masyarakat diminta untuk menampung air, dan melakukan penghematan, dalam menyikapi situasi terkini.

Ilustrasi meteran air dari PDAM.
Ilustrasi meteran air dari PDAM. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Adapun 11 desa/kelurahan yang mengalami penghentian distribusi air yakni:

- Kelurahan Penajam;

- Petung;

- Nenang;

- Gunung Steleng;

- Nipah-nipah;

- Sungai Parit;

- Lawe-Lawe;

- Desa Girimukti;

- Giripurwa;

- dan Sidorejo.

SUMBER: PDAM PPU 2023

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved