Senin, 27 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Sebut Kepala BPKAD Kaltim Baper Soal Lapangan Voorfo

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur Fahmi Prima Laksana yang dinilai terbawa perasaan (baper).

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Dokpim
Walikota Samarinda Andi Harun pertanyakan sikap Kepala BPKAD Provinsi Kaltim soal penyegelan eks lapangan bola di kawasan Voorfo Jalan Letjen Soeprapto (Eks Jalan Pembangunan) Samarinda beberapa waktu lalu, Jumat (24/11/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Andi Harun Walikota Samarinda dengan lantang menyebut sikap Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur Fahmi Prima Laksana yang dinilai terbawa perasaan (baper).

Walikota yang akrab disapa AH ini mengatakan bahwa hal tersebut berawal dari penyegelan lahan di area eks lapangan sepak bola Voorfo Jalan Letjen Soerapto ini digadang-gadang bakal dibangun sarana olahraga (mini soccer) oleh Pemprov Kaltim.

Sebab, lahan ini memang milik Pemprov Kaltim.

Baca juga: Komisi II DPRD Akan Tanya BPKAD Kaltim Terkait Lahan Vorvo Samarinda

"Dengar-dengar Kepala BPKAD Kaltim baper gara-gara saya segel lapangan Voorfo, terus ngomongnya selama tidak dibuka segelnya mereka tidak akan memberikan Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim (Bankeu) kepada Pemkot Samarinda, apa itu maksudnya," ujar AH saat di panggung acara Festival Mahakam, Jumat (24/11/2023) malam.

Terkait dengan alasan penyegelan, AH menjelaskan bahwa rencana pembangunan tersebut tak selaras dengan pembenahan kota, khususnya proyek pengentasan banjir yang dicanangkan oleh Pemkot Samarinda.

Orang nomor satu di Kota Tepian ini menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan daerah resapan air.

Sehingga area tersebut memang difokuskan sebagai wadah pengendalian banjir.

Baca juga: BPKAD Kaltim Angkat Bicara soal Lahan Pemprov di Vorvo Samarinda yang Disegel

"Kita setengah mati dan menghabiskan banyak uang menangani Sutomo, Ruhui Rahayu, Simpang Empat Sempaja dan termasuk pembangunan, tiba-tiba ada kegiatan yang bisa mereduksi dan bisa mengembalikan kembali banjir," tegasnya.

Kendati demikian, dengan tegas AH kembali mempertanyakan sikap Kepala BPKAD Kaltim yang dinilai lebih memilih proyek hiburan daripada penanganan dampak langsung pada masyarakat.

"Masa hanya untuk mini soccer kita mau bela-belain untuk mengorbankan hajat hidup orang banyak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved