Berita Berau Terkini
Wisatawan Masih Takut Berenang di Labuan Cermin Berau, Masing Terbayang Buaya
Hingga kini sejumlah wisatawan masih ragu dan mengaku tidak berani, karena masih terbayang-bayang buaya di danau Labuan Cermin tersebut
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Meski telah diperbolehkan untuk kembali berenang di objek wisata Labuan Cermin, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, namun hingga kini sejumlah wisatawan masih ragu dan mengaku tidak berani, karena masih terbayang-bayang buaya di danau dua rasa tersebut.
Hal itu diungkapkan Hamidnuddin salah seorang wisatawan yang lebih memilih untuk menikmati keindahan Labuan Cermin, dari atas dermaga karena takut jika harus berenang, karena masih merasa tidak aman.
“Enggak dulu, dari pada kenapa-kenapa. Soalnya ini tidak ada jaminan kalau buaya di danau ini sudah menghilang, bisa aja tiba-tiba muncul kembali tanpa sepengetahuan wisatawan,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (14/1/2024).
Meski kata dia sudah ada tim pengawasan yang ketat, namun menurutnya keberadaan buaya di Labuan Cermin masih sangat besar kemungkinan tiba-tiba bisa timbul kembali.
Baca juga: Sudah Bebas dari Buaya, Wisatawan Labuan Cermin Berau Boleh Beraktivitas Berenang
Baca juga: Pengunjung Labuan Cermin Makin Menurun, Diduga Dampak Munculnya Buaya Sekitar Objek Wisata
"Apalagi, sebelumnya hewan buas tersebut tak hanya ditemukan satu ekor saja. Bisa saja masih ada buaya-buaya lain yang bersembunyi di bawah, jadi lebih baik menurut saya tidak usah berenang kan lebih aman," ujarnya.
"Kalau pun diawasi, kita juga tidak tahu sampai sejauh mana pengawasan petuga terhadap wisatawan, namanya manusia pasti terbatas,” tambahnya.
Padahal sebagai informasi per tanggal 1 Januari lalu, wisatawan di Labuan Cermin kembali diperbolehkan untuk berenang di bawah pengawasan petugas dan pengelola wisata.
Bahkan di awal tahun 2024, tercatat 300 wisatawan telah memasuki objek wisata tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Biduk-biduk, Chandra.
Baca juga: Alasan Disbudpar Berau Bakal Pasang Pagar di Wisata Labuan Cermin
Pihaknya bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim telah melakukan sterilisasi, hasilnya sudah tidak ditemukan lagi buaya sejak akhir Desember lalu.
“Kami tetap lakukan pengawasan, tetapi wisatawan juga harus tetap waspada dan berhati-hati. Hanya saja perlu diingat dan dipatuhi bahwa wisatawan yang sedang menstruasi, sangat tidak diperbolehkan untuk berenang,” pungkasnya. (*)
| Dinkes Berau Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penanganan ODGJ Agar Lebih Optimal |
|
|---|
| Pemkab Berau Targetkan Tingkatkan Status Kabupaten Layak Anak Menjadi Nindya |
|
|---|
| Arah Sektor Pariwisata Berau Diperbaharui, Disbudpar Matangkan Draft Perubahan RIPARDA 2026 |
|
|---|
| UMKM Berau Didorong Tembus Pasar Global, Alibaba Jadi Pintu Ekspor |
|
|---|
| Kopi Liberika Mulai Dilirik, DPRD Berau Dorong Diversifikasi Komoditas Perkebunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Labuhan-Cermin2.jpg)