Berita Kutim Terkini

Tim Satgas Berantas Pengetap BBM Subsidi di Sangatta, Sidak Berkala Dilakukan

Tim satuan tugas Terpadu Bahan Bakar Minyak atau Satgas BBM Kabupaten Kutai Timur kembali turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Kegiatan Sidak SPBU di Kota Sangatta oleh Tim Satgas Terpadu Pengawas BBM Kutai Timur, Rabu (24/1/2024). Akibat praktik pengetap BBM subsidi meresahkan masyarakat yang mengantre membeli BBM di SPBU. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tim satuan tugas Terpadu Bahan Bakar Minyak atau Satgas BBM Kabupaten Kutai Timur kembali turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak di SPBU.

Lokasi SPBU yang disidak kali ini masih seputaran Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur

Kali kedua, sidak dilakukan di 2 SPBU Kota Sangatta, di antaranya SPBU APT Pranoto dan SPBH Yos Sudarso II, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur.

Disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Andi Nurhadi Putra bahwa sidak tersebut bakal dilakukan secara berkala.

"Inspeksi itu akan digelar secara berkala dengan tujuan menjamin rasa aman, tertib dan ketercukupan BBM bersubsidi bagi masyarakat," ungkap Andi Nurhadi kepada TribunKaltim.co pada Rabu (24/1/2024).

Baca juga: Pembelian BBM Subsidi di Kutim Bakal Gunakan Kode QR, Pembeli Ketahuan yang Beli Berkali-kali

Kata dia, tujuan daripada sidak ke SPBU untuk melakukan peninjauan, pengawasan langsung dan mengingatkan kepada pengelola SPBU agar mendistribusikan BBM bersubsidi secara adil.

Sebab, SPBU di Kota Sangatta masih terpantau antre panjang bahkan tak jarang masyarakat Kutai Timur yang kehabisan BBM bersubsidi.

Meresahkan Masyarakat

Menurut Andi, sidak menjadi upaya menekan para pengetap agar tidak menjamur.

"Para oknum pengetap ini banyak caranya, ada yang menggunakan motor dengan tangki besar secara berulang-ulang, kemudiam dengan menggunakan kendaraan pribadi," jelasnya.

Hal itu lantaran praktik penyalahgunaan BBM subsidi juga sangat menjanjikan keuntungannya.

Baca juga: Polres Kutim Amankan Pengetap dan Penadah BBM Subsidi

Padahal akibatnya praktik tersebut meresahkan masyarakat biasa yang mengantre membeli BBM di SPBU.

"Ini yang harus diantisipasi, jangan sampai berlarut-larut dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved