Berita Samarinda Terkini
Kisah Agung Anggota Bawaslu Samarinda, Pernah Jualan Popok Bayi hingga Aktif di PSSI
Mengenal sosok Temenggung Udayana, Komisioner Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kota Samarinda, yang dulunya pernah berjualan perlengkapan bayi
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebelum menjadi anggota komisioner Bawaslu Samarinda, pernah melakoni sebagai pedagang hingga bekerja serabutan.
Itulah kisah hidup Temenggung Udayana, sebelum dirinya melakoni sebagai anggota komisioner Bawaslu Samarinda seperti saat ini.
Mengenal sosok Temenggung Udayana, Komisioner Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kota Samarinda, yang dulunya pernah berjualan perlengkapan bayi.
Pria yang karibnya disapa Agung tersebut, bisa dikatakan cukup baru menjabat sebagai komisioner di Bawaslu Samarinda, terhitung sejak dirinya resmi dilantik pada Agustus 2023 lalu.
Baca juga: Soal Rekaman Dugaan Mobilisasi Ketua RT oleh Caleg, 2 Orang Belum Penuhi Undangan Bawaslu Samarinda
Sebelum menjabat tugas pada bagian Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi tersebut, ia memiliki berbagai pengalaman mulai dari menjadi aktivis hingga pedagang.
Kepada TribunKaltim.co, ia mengakui bahwa dulunya ia berkuliah di Universitas Mulawarman (Unmul) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tahun 2006.
Di bangku perkuliahan, dirinya juga bisa dikatakan aktif di organisasi kampus, di mana ia sempat menjadi bagian pengurus di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP.
"Saya dulu memang aktif di organisasi BEM FKIP," tutur, Agung, pria kelahiran 2 November 1988 tersebut.
Tidak hanya di kampus saja, ia juga belajar di organisasi eksternal dan bahkan diemban amanat sebagai ketua di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Samarinda tahun 2014-2015.
"Jadi dulu saya aktivis kampus dan juga aktivis organisasi eksternal HMI sebagai ketua," kata Agung.
Masuk ke Wadah PSSI
Setelah melakoni organisai di lingkup itu, dirinya juga melangkah ke organisasi keolahragaan, sempat berkecimpung di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
"Dan juga di sempat jadi pengurus di organisasi Futsal Kaltim," ujar Agung.
Baca juga: Bawaslu Samarinda Persilahkan Lepas Stiker Caleg tak Berizin yang Ditempel di Rumah Warga
Selain itu, juga sempat beralih profesi menjadi seorang penjual. Di mana dirinya pada sekira tahun 2020 lalu sempat menjadi pedagang perlengkapan bayi di Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim).
"Jadi saya dulu pedagang di kampung, jualannya perlengkapan bayi, seperti pempers, susu dan lain sebagainya," beber Agung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240127_Bawaslu-Samarinda-Sosok-Komisioner.jpg)