Selasa, 19 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Andi Harun Optimistis Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda Rampung November

Namun hingga saat ini, proyek yang dicanangkan Pemkot dalam rangka untuk memajukan perekonomian kota Samarinda ini baru saja masuk dalam tahap lelang.

Tayang:
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Pemkot Samarinda
Walikota Samarinda, Andi Harun optimis revitalisasi Pasar Pagi selesai pada November mendatang, Sabtu (27/1/2024). Andi Harun berharap, Pasar Pagi Samarinda akan hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan mampu mendongkrak perekonomian Samarinda menjadi lebih optimal. 

Para pemilik ruko bersertifikat hak milik (SHM) di kawasan Pasar Pagi telah memenuhi Jalan Mas Tumenggung pada Kamis (25/1/2024) siang.

Hal tersebut dilakukan lantaran menolak upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda saat hendak melakukan uji coba rekayasa lalu lintas dalam rangka rencana revitalisasi Pasar Pagi.

Pasalnya, rencana rekayasa lalu lintas tersebut akan menutup Jalan Mas Tumenggung. Bahkan hal ini telah disampaikan oleh Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu pada beberapa waktu lalu.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda Masuk Tahap Lelang, Begini Konsepnya

"Ini dalam rangka mitigasi awal terkait dengan revitalisasi Pasar Pagi, bilamana pembongkaran dan pengangkutan material hasil bongkar Pasar Pagi dilakukan di Jalan Tumenggung," ungkapnya (18/1).

Namun, menurut pemantauan TribunKaltim saat dilapangan, warga setempat masih menolak lantaran enggan merasa dirugikan.

Aksi ini juga sempat dihebohkan dengan beberapa pemilik SHM yang bersikeras menolak upaya dari Dishub. “Sewenang-wenang ini,” ungkap Djoni Kandarani, salah satu pemilik ruko di Mas Tumenggung.

Dalam aksi protesnya Djoni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mendapatkan sosialisasi. Sehingga pihaknya segera melakukan aksi protes ketika melihat Dishub Samarinda hendak menutup Jalan Mas Tumenggung menggunakan beberapa buah barrier.

“Tidak ada sosialisasi ke warga setempat, kenapa harus jalan ini kenapa tidak lewat depan atau belakang,” tegasnya.

Baca juga: Pemilik Ruko Penuhi Jalan Mas Tumenggung Tolak Rekayasa Lalin Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda

Ketua Tim SHM 48, Budi, juga menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya memang telah duduk bersama dengan Pemkot Samarinda yang difasilitasi oleh DPRD Samarinda terkait pembangunan Pasar Pagi.

Namun, meski tak ada titik temu, Budi menjelaskan bahwa tidak ada kesepatakan dan pembicaraan mengenai penutupan jalan.

Terlebih sebagai bagian dari rencana revitalisasi Pasar Pagi. Sebab itu, para pemilik ruko ber SHM dengan tegas menolak penutupan Jalan Mas Tumenggung.

“Karena sesuai kesepakatan di DPRD waktu itu kita sudah ada kesepakatan tidak ada penutupan. Kalau mau rekayasa lalulintas itu pun silahkan di Jalan Sudirman dan di Gajah Mada kan ada, jangan di sini,” pungkas Budi. (snw)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved