Tribun Kaltim Hari Ini
Andi Harun Optimistis Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda Rampung November
Namun hingga saat ini, proyek yang dicanangkan Pemkot dalam rangka untuk memajukan perekonomian kota Samarinda ini baru saja masuk dalam tahap lelang.
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
Para pemilik ruko bersertifikat hak milik (SHM) di kawasan Pasar Pagi telah memenuhi Jalan Mas Tumenggung pada Kamis (25/1/2024) siang.
Hal tersebut dilakukan lantaran menolak upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda saat hendak melakukan uji coba rekayasa lalu lintas dalam rangka rencana revitalisasi Pasar Pagi.
Pasalnya, rencana rekayasa lalu lintas tersebut akan menutup Jalan Mas Tumenggung. Bahkan hal ini telah disampaikan oleh Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu pada beberapa waktu lalu.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda Masuk Tahap Lelang, Begini Konsepnya
"Ini dalam rangka mitigasi awal terkait dengan revitalisasi Pasar Pagi, bilamana pembongkaran dan pengangkutan material hasil bongkar Pasar Pagi dilakukan di Jalan Tumenggung," ungkapnya (18/1).
Namun, menurut pemantauan TribunKaltim saat dilapangan, warga setempat masih menolak lantaran enggan merasa dirugikan.
Aksi ini juga sempat dihebohkan dengan beberapa pemilik SHM yang bersikeras menolak upaya dari Dishub. “Sewenang-wenang ini,” ungkap Djoni Kandarani, salah satu pemilik ruko di Mas Tumenggung.
Dalam aksi protesnya Djoni mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mendapatkan sosialisasi. Sehingga pihaknya segera melakukan aksi protes ketika melihat Dishub Samarinda hendak menutup Jalan Mas Tumenggung menggunakan beberapa buah barrier.
“Tidak ada sosialisasi ke warga setempat, kenapa harus jalan ini kenapa tidak lewat depan atau belakang,” tegasnya.
Baca juga: Pemilik Ruko Penuhi Jalan Mas Tumenggung Tolak Rekayasa Lalin Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda
Ketua Tim SHM 48, Budi, juga menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya memang telah duduk bersama dengan Pemkot Samarinda yang difasilitasi oleh DPRD Samarinda terkait pembangunan Pasar Pagi.
Namun, meski tak ada titik temu, Budi menjelaskan bahwa tidak ada kesepatakan dan pembicaraan mengenai penutupan jalan.
Terlebih sebagai bagian dari rencana revitalisasi Pasar Pagi. Sebab itu, para pemilik ruko ber SHM dengan tegas menolak penutupan Jalan Mas Tumenggung.
“Karena sesuai kesepakatan di DPRD waktu itu kita sudah ada kesepakatan tidak ada penutupan. Kalau mau rekayasa lalulintas itu pun silahkan di Jalan Sudirman dan di Gajah Mada kan ada, jangan di sini,” pungkas Budi. (snw)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240127_Pasar-Pagi-Samarinda-pada-November.jpg)