Selasa, 21 April 2026

Pilpres 2024

Gus Mus Tegaskan Urusan NU Memenangkan Indonesia dan Bukan Capres Tertentu

KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus mengaku tidak ingin PBNU digunakan untuk memenangkan paslon tertentu.

|
Editor: Doan Pardede
Glery Lazuardi/Tribunnews.com
Gus Mus. KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus mengaku tidak ingin PBNU digunakan untuk memenangkan paslon tertentu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus mengaku tidak ingin PBNU digunakan untuk memenangkan paslon tertentu.

Gus Mus menekankan bahwa NU harusnya "memenangkan Indonesia", bukan paslon tertentu.

"Urusannya NU itu memperbaiki kinerja memenangkan Indonesia, bukan memenangkan capres," kata Gus Mus saat memberikan tausiyah dalam acara Konferensi Besar Nahdlatul Ulama dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Senin (29/1/2024) seperti dilansir Kompas.tv di artikel berjudul Gus Mus Tegaskan Tak Ingin PBNU Dukung Capres Tertentu, tapi NU Harus Memenangkan Indonesia.

Gus Mus pun berseloroh sempat khawatir jika Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar akan menyinggung soal pilpres ketika memberi sambutan.

Baca juga: Surya Paloh Blak-Blakan Bicara Peluang Anies-Cak Imin di Pilpres 2024, Cek 8 Survei Capres Terbaru

Namun, ia mengaku lega hal tersebut tidak terjadi.

"Saya ini sudah ketir-ketir ketika Ketua Umum pidato, Rais Aam pidato, jangan-jangan nyinggung pilpres. Begitu nyebut pilpres, saya keluar. Itu bukan urusannya NU. Untungnya tidak (menyinggung pilpres)," kata Gus Mus disambut tawa hadirin.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu pun memimpin doa dengan berharap bangsa Indonesia dan NU dirahmati Allah.

"Mudah-mudahan Allah merahmati Indonesia, Allah merahmati NU, Allah merahmati warga NU, Allah merahmati bangsa Indonesia," kata Gus Mus sebagaimana dikutip Antara.

Sebelumnya, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menekankan bahwa PBNU akan netral di Pemilu 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Gus Yahya usai PBNU diduga memobilisasi pengurus untuk mendukung paslon tertentu.

“PBNU sudah sejak awal menyatakan bahwa kami tidak terlibat dalam dukung-mendukung, sebagai organisasi, sebagai lembaga tidak terlibat dalam dukung-mendukung,” kata Gus Yahya.

Gus Mus dan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.
Gus Mus dan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa. (Twitter/MataNajwa)

Mengapa Suara NU Kerap Diperebutkan Saat Pemilu?

Sebentar lagi, Indonesia akan melangsungkan hajatan demokrasi lima tahunan, yakni Pemilu 2024.

Ada tiga bakal calon presiden dan wakil presiden, yakni Prabowo Subianto-Gibran, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Anies Baswedan-Cak Imin.

Deklarasi Anies-Muhaimin ini sempat ramai diperbincangkan, karena Anies sebelumnya digadang-gadang akan menggandeng Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved