Selasa, 19 Mei 2026

Kesehatan

Benarkah MSG Memiliki Efek Negatif Bagi Sistem Saraf Pusat Otak? Penjelasan Pakar Nutrisi dan Gizi

MSG (MonoSodium Glutamat) atau bumbu umami ini telah digunakan lebih dari satu abad untuk meningkatkan dan menyeimbangkan rasa gurih makanan.

Tayang:
Editor: Nur Pratama
kompas.com
Ilustrasi MSG - Apa itu MSG, bumbu masakan yang seringkali disebut sebagai mecin atau micin. 

TRIBUNKALTIM.CO - MSG alias Micin alias Vitsin bisa menyebabkan bodoh atau sakit kepala masih sering terdengar.

Kesalahpahaman konsumen tentang MSG banyak beredar di Internet dalam beberapa tahun terakhir.

Padahal MSG (MonoSodium Glutamat) atau bumbu umami ini telah digunakan lebih dari satu abad untuk meningkatkan dan menyeimbangkan rasa gurih makanan serta aman dikonsumsi.

Pakar Nutrisi dan Gizi IPB Prof. Hardinsyah MS, PhD., memaparkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan bahwa MSG tidak memiliki efek negatif pada sistem saraf pusat otak.

Baca juga: Dampak Buruk Bagi Kesehatan Tubuh jika Sering Mengunyah Es Batu? Penjelasan Dokter Gigi

"Adapun studi yang dilakukan dengan dosis glutamat yang besar menyebabkan gejala pusing, saraf otak terganggu. Karena dengan cara penelitian yang tidak selayaknya manusia konsumsi (micin) atau dosis yang luar biasa," tutur dia dalam kegiatan P2MI “MSG untuk Masakan Lezat, Sehat, Halal dan Bergizi” di Jakarta, Senin (29/01).

Bahkan dalam satu penelitian di mana glutamat plasma dinaikkan 10 kali lipat di atas normal, yang mana tidak pernah benar-benar terjadi di kehidupan nyata, tidak ada glutamat yang masuk ke otak.

Pada Januari 2018 dijelaskannya, International Headache Society menghapus MSG dari daftar faktor penyebab sakit kepala.

Sebelumnya, MSG telah terdaftar sebagai zat yang dikaitkan dengan sakit kepala di International Classification of Headache Disorders (ICHD) Society.

Dan sekarang, dalam ICHD edisi ke-3, berdasarkan bukti ilmiah terbaru, MSG telah dihapus dari daftar ini.

Ditambahkan dokter spesialis gizi dr. Sheena M.Gz, SpGk, AIFO mengacu pada aturan BPOM RI tertulis bahwa penggunaan MSG 'secukupnya' atau tidak tak ada batasan.

Makanya tidak khawatir, karena ini hanya untuk penguat rasa.

“Selama organ-organ tubuh kita masih sehat, tidak ada keluhan, penggunaan MSG sebagai penyedap rasa tidak masalah. Tentu tidak berlebihan dari batas maksimal. Dan penyedap rasa dari produk-produk MSG selama ini masih lebih rendah dari batas maksimal” ujar dr Sheena.

Dokter Sheena menerangkan, pemberian MSG pada makanan secara berlebihan justru membuat rasa makanan menjadi tidak enak.

"Faktanya menambahkan terlalu banyak MSG sebagai bumbu tambahan justru dapat mengurangi kelezatan dari makanan tersebut," kata dia.

Diketahui, glutamat merupakan salah satu asam amino yang paling umum (bahan yang membangun protein dalam makanan dan tubuh) di alam. Ini adalah penambah rasa alami dan banyak ditemukan pada makanan seperti jamur, keju parmesan, dan tomat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved