Tribun Kaltim Hari Ini
Imbas Harga Beras Naik, Petani di Malinau Kalimantan Utara Minta Gabah juga Dinaikkan
Naiknya harga beras sejak akhir 2023 hingga awal 2024 membuat sebagian komoditas lainnya mengalami kenaikan.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Naiknya harga beras sejak akhir 2023 hingga awal 2024 membuat sebagian komoditas lainnya mengalami kenaikan.
Karena harga bahan pokok tersebut terus meningkat, petani padi di Malinau beranggapan pentingnya pembaruan harga jual baru untuk gabah hasil tani di Malinau.
Usulan ini disampaikan perwakilan Petani, Robinson saat konsultasi publik rencana kerja pemerintah daerah Malinau.
Baca juga: Harga Gabah di Penajam Paser Utara Kerap Dimainkan Tengkulak, Kuota Pupuk Subsidi Berkurang
Menurutnya, harga jual saat ini yakni Rp6,100 per kilogram harus disesuaikan dengan rata-rata harga jual beras di Malinau.
"Kami mengusulkan agar harga saat ini bisa disesuaikan. Dari Rp6,100 per kilo, paling tidak menjadi Rp9,000. Mempertimbangkan harga beras sekarang ini," katanya.
Pria yang juga merupakan anggota DPRD Malinau tersebut menyampaikan saat ini banyak petani kehilangan motivasi. Karena harga pupuk dan pestisida juga mengalami kenaikan.
Banyak petani padi yang beralih komoditas dari padi menjadi jagung. Karena orientasi hasil, menanam jagung lebih menghasilkan daripada padi.
"Menanam jagung 3 hektare dengan sawah 3 hektare penghasilan dari jagung ini lebih menjanjikan. Ini harus jadi perhatian harus ada motivasi agar petani mau bertahan menanam padi," ungkapnya.
Baca juga: Perumda Prima Jaya Taka Target 100 Ton Hasil Panen Gabah Petani di Desa Tajur Paser akan Diserap
Harga gabah hasil tani di Malinau umumnya diserap oleh Perusda Intimung. Sebuah entitas bisnis pemerintah kabupaten sebagai hulu distribusi program Rasda Plus.
Hingga saat ini Perusda Intimung menampung gabah petani yang dibeli seharga Rp6,100 per kilogram. Petani meminta agar harga jual bisa dinaikkan.
Sementara itu, sekitar delapan jenis komoditas di Malinau yang kerap mengalami pergerakan harga di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Malinau, Yuli Triana memaparkan delapan komoditas rentan terpengaruh harga di pasaran.
Hasil pemetaan periode Januari 2023 hingga Februari 2024, kenaikan harga per komoditas tersebut berada di rentang 12 hingga 56 persen.
"Hasil pemantauan kami sejak tahun lalu hingga Februari 2024, jumlahnya ada 8 komoditas yang mengalami pergerakan harga, tertinggi adalah cabai rawit," ujarnya saat Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Malinau 2024.
Baca juga: Barito Timur Kalteng Mulai Melirik IKN Nusantara, Sanggup Pasok Gabah Padi
Dari delapan komoditas tersebut, sebagian di antaranya yakni jenis cabai dan bawang. Dua komditas ini naik pada hari-hari tertentu dan harganya dapat kembali normal.
"Yang paling sering mengalami kenaikan adalah jenis Cabai semua jenis, cabai rawit, keriting hingga cabai besar. Begitu juga bawang," katanya.
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/KOMODITAS-PADI1.jpg)