Kamis, 9 April 2026

Amalan dan Doa

Doa, Keutamaan, dan Cara Kuat Puasa Nisfu Syaban 2024

Nisfu Syaban akan terjadi pada hari Sabtu, 24 Februari 2024. Simak informasi dan penjelasan terkait doa, keutamaan, dan cara kuat puasa Nisfu Syaban.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Dzakkyah Putri
Canva.com
NISFU SYABAN. Nisfu Syaban akan terjadi pada hari Sabtu, 24 Februari 2024, simak informasi dan penjelasan terkait doa, keutamaan, dan cara kuat puasa Nisfu Syaban. 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak informasi dan penjelasan terkait doa, keutamaan, dan cara kuat puasa Nisfu Syaban 2024.

Malam Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah.

"Nisfu" dalam bahasa Arab berarti pertengahan, sehingga Nisfu Syaban dapat diartikan sebagai malam pertengahan bulan Sya'ban.

Malam ini dianggap sebagai malam yang istimewa dalam agama Islam dan oleh sebagian besar umat Muslim di seluruh dunia.

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Kemenag) Kamaruddin Amin, Nisfu Syaban akan terjadi pada hari Sabtu, tanggal 24 Februari 2024.

Yaitu bertepatan dengan hari Sabtu besok, untuk mengetahui informasi mengenai malam Nisfu Syaban berikut ialah penjelasan terkait doa, keutamaan, dan cara kuat puasa Nisfu Syaban 2024 yang terlah dikumpulkan oleh Tribunkaltim.co mengutip dari beberapa sumber.

20240223_NISFU SYABAN 2024
NISFU SYABAN. Nisfu Syaban akan terjadi pada hari Sabtu, 24 Februari 2024, simak informasi dan penjelasan terkait doa, keutamaan, dan cara kuat puasa Nisfu Syaban.

Doa Nisfu Syaban

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn.

Allāhumma in kunta katabtanā 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya : "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami.

Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Allah bershalawat dan bersalam atas Sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."

Baca juga: Ziarah Kubur saat Nisfu Syaban dan Menjelang Ramadhan, Apakah Ada Anjurannya?

Selanjutnya yaitu Puasa Nisfu Syaban, juga dikenal sebagai malam pertengahan bulan Syaban adalah amalan sunnah yang dilakukan oleh sebagian umat Islam.

Namun dalam beberapa riwayat dan pendapat ulama, puasa Nisfu Syaban ini memiliki beberapa perbedaan pendapat, diantaranya yaitu ada yang membolehkan, ada yang tidak, dan ada yang tidak boleh dikhususkan.

Selanjutnya, mengenai perbedaan pendapat ini, tentunya setiap umat Islam memiliki kepercayaannya masing-masing, sehingga perlu adanya pengkajian ulang ketika ingin melakukan puasa Nisfu Syaban.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved