Rabu, 22 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Gerak Langkah Komunitas Kejar Mimpi di Balikpapan, Ajak Peka pada Bank Sampah

Komunitas Kejar Mimpi Balikpapan mengajak sekitar 30 anak rumah belajar garuya peduli lingkungan sekitar dalam kegiatan Bank Sampah

Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
HO/Kejar Mimpi Balikpapan
PEDULI LINGKUNGAN HIDUP - Kegiatan Rumah Mimpi Bertema Bank Sampah dari Komunitas Kejar Mimpi Balikpapan. Komunitas Kejar Mimpi nyatanya telah hadir di seluruh Indonesia. Dengan jumlah sekitar 800 anggota yang terdaftar, serta berpegang pada 4 pilar, di antaranya filantropi, ekonomi sosial, pendidikan dan lingkungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komunitas Kejar Mimpi Balikpapan mengajak sekitar 30 anak rumah belajar garuya peduli lingkungan sekitar dalam kegiatan Bank Sampah.

Selama 3 Minggu, anak-anak rumah belajar ini diberikan pengetahuan dan praktek untuk melestarikan lingkungan.

Pengetahuan terkait jenis-jenis sampah tersebut, diantaranya, pembagian jenis-jenis sampah, cara memilah sampah, hingga pembuatan ecobrick diberikan yang pada Minggu pertamanya.

Pada Minggu kedua, anak-anak tersebut diajak untuk mengumpulkan dan memilah sampah sebagai praktek dari ilmu yang telah mereka dapatkan.

Baca juga: Bergerak Bersama Bank Sampah, Kukar Youth Spirit Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin

Tak cukup sampai disitu, sampah-sampah yang telah dikumpulkan dan dipilah, "disulap" menjadi rak sepatu melalui proses ecobrick.

Bahkan, diadakan pula workshop ecoprint sekaligus prakteknya pada Tumbler yang akan diberikan pada anak-anak tersebut.

Leader Komunitas Kejar Mimpi Balikpapan, Tiara Putri Adelina mengaku tak menyangka atas antusias dari anak-anak tersebut untuk belajar menjaga lingkungan mereka.

"Kita juga kasi merch ke mereka sebagai bentuk menjaga lingkungan. Mereka antusias banget, bahkan ada anggota baru 9 orang di minggu ketiga," jelasnya, Sabtu (9/3/2024).

Wanita yang kerap disapa Rara ini juga mengatakan, kegiatan tahunan berupa Rumah Mimpi bertema bank sampah ini berhasil membuat rak sepatu dari sampah-sampah plastik melalui proses ecobrick.

Baca juga: Masih Jadi Tantangan, Penggunaan Plastik saat Kurban Bermanfaat Bagi Bank Sampah Kutim

"Jadi sampah yang kita butuhkan, paling banyak sampah kemasan plastik. Untuk sampah botol, kita beri ke pengepul. Sedangkan sampah plastik nya kita cuci, potong-potong dan dijadikan ecobrick bareng adik-adik," jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, games berhadiah dan yel-yel bertema lingkungan juga diberikan untuk meramaikan suasana.

Sontak, peserta kegiatan yang berusia 5 hingga 13 tahun tersebut antusias mengikuti kegiatan setiap hari Minggu itu.

"Antusiasnya sangat tinggi. Mereka mengambil sampah dari rumah, pantai dan lingkungan mereka. Untungnya, anak-anak ini juga sangat antusias mendengarkan penjelasan-penjelasan kita waktu workshop," tambahnya.

Baca juga: Dihuni Ribuan Tenaga Konstruksi, Rusun Pekerja IKN Nusantara Dilengkapi Bank Sampah

Untuk diketahui, Komunitas Kejar Mimpi nyatanya telah hadir di seluruh Indonesia.

Dengan jumlah sekitar 800 anggota yang terdaftar, serta berpegang pada 4 pilar, di antaranya filantropi, ekonomi sosial, pendidikan dan lingkungan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved