Ramadhan 2024

Meski 1 Ramadhan Beda, BRIN Prediksi 1 Syawal atau Idul Fitri Sama, Ada yang Puasa Sejak 7 Maret

Meski 1 Ramadhan bisa beda, BRIN prediksi 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri sama, ada yang puasa sejak 7 Maret

Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
RUKYATUL HILAL 1 SYAWAL 1444 HIJRIAH- Meski 1 Ramadhan bisa beda, BRIN prediksi 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri sama, ada yang puasa sejak 7 Maret 

TRIBUNKALTIM.CO - Penetapan 1 Ramadhan 1445 H antara Muhammadiyah dan Pemerintah diprediksi berbeda.

Meski demikian, penetapan 1 Syawal 1445 H atau Hari Raya Idul Fitri diprediksi sama.

Berdasarkan pantauan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hari raya Idul Fitri diprediksi akan berlangsung pada 10 April 2024.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Thomas Djamaludin mengatakan, prediksi ini kemungkinan tidak berbeda dengan perhitungan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah karena ketinggian bulan sudah terlihat jelas.

Ketinggian bulan pada 9 April 2024 disebut mencapai 6 derajat dengan sudut elongasi 8 derajat di wilayah Indonesia.

Baca juga: Bulan Ramadhan Tiba, Catat Jadwal Imsak di Kabupaten Nunukan, Lengkap dengan Niat Sahur dan Tarawih

Baca juga: 4 Keutamaan Bulan Ramadhan dan 5 Ibadah Sunah, Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, Setan Dibelenggu

Kriteria itu sudah mencapai kriteria yang ditetapkan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menjadi patokan pemerintah Indonesia.

"Posisi bulan di wilayah Indoesia sudah cukup tinggi, tingginya sudah 6 derajat, elongasinya sekitar 8 derajat lebih sehingga di wilayah Indonseia itu secara hitung-hitunganan sudah memenuhi kriteria MABIMS, kriteria hitung-hitungan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat," katanya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2024).

Thomas mengatakan, dalam sidang isbat 9 April 2024 nanti, kemungkinan hari raya Idul Fitri bisa dipastikan akan diputuskan pada 10 April 2024.

Keputusan ini bisa seragam dengan keputusan PP Muhammadiyah yang telah menetapkan Idul Fitri pada hari yang sama.

"Rukyat pada 9 April itu kemungkinan besar akan berhasil (terlihat bulan), akan ada saksi (yang melihat) sehingga pada saat sidang 9 April diputuskan bahwa Idul Fitri pada tanggal 10, itu kalau ditentukan lewat kriteria wujudul hilal oleh salah satu ormas, sehingga nanti insyaAllah idul fitri bisa seragam tanggal 10 April," tutur dia.

Sedangkan untuk penetapan awal Ramadhan, Thomas menjelaskan akan terjadi perbedaan karena ketinggian bulan pada 10 Maret 2024 waktu magrib tidak memenuhi kriteria MABIMS.

Sehingga kemungkinan dalam metode rukyat atau melihat dengan mata tidak akan nampak bulan, sehingga bisa diputuskan awal puasa terjadi pada 12 Maret 2024.

Namun jika dihitung dari sudut munculnya bulan dari ufuk, bulan sudah berada di sudut positif, sehingga PP Muhammadiyah yang menerapkan metode wujudul hilal haqiqi atau wujud bulan di atas ufuk menetapkan awal puasa pada 11 Maret.

Thomas mengatakan, dalam sisi prinsipil tidak ada perbedaan dari sisi perhitungan bulan.

Hanya saja perbedaan terjadi karena kriteria penetapan bulan baru yang berbeda dari PP Muhammadiyah dan MABIMS.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved