Ramadhan 2024

Meski 1 Ramadhan Beda, BRIN Prediksi 1 Syawal atau Idul Fitri Sama, Ada yang Puasa Sejak 7 Maret

Meski 1 Ramadhan bisa beda, BRIN prediksi 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri sama, ada yang puasa sejak 7 Maret

Editor: Rafan Arif Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
RUKYATUL HILAL 1 SYAWAL 1444 HIJRIAH- Meski 1 Ramadhan bisa beda, BRIN prediksi 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri sama, ada yang puasa sejak 7 Maret 

"Kalau dilihat dari prinsip kalender, perbedaan itu terjadi karena prinsip kriteria dan otoritas," tandasnya.

Baca juga: Katalog Promo Alfamart Hari ini 9 Maret, Belanja Kurma dan Biscuit Menjelang Ramadhan Super Murah

Sudah Ada yang Puasa Sejak Kamis 7 Maret 2024

Pemerintah meminta umat Islam saling meghormati perbedaan awal puasa Ramadhan 2024.

Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1445 sebagai awal puasa 2024 besok, Minggu (10/3/2024).

Namun, Jemaah Aolia, Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mulai puasa sejak 7 Maret 2024 kemarin.

Selain itu, PP Muhammadiyah berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal mengumumkan awal puasa Ramadan pada 11 Maret 2024.

Sementara, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memperkirakan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Selasa (12/3/2024). 

Jika mayoritas umat Islam akan mengawali puasa Ramadan 1445 H pada 11 dan atau 12 Maret, namun ada kelompok jemaah yang sudah mulai puasa pada 7 Maret.

Jemaah Aolia yang mayoritas berdomisili di Padukuhan Panggang III, Kalurahan Giriharjo, Kalurahan Panggang, Kabupaten Gunungkidul misalnya, sudah menjalankan ibadah puasa sejak Kamis (7/3/2024).

Jemaah Aolia ini sudah mulai melaksanakan ibadah Salat Tarawih yang pertama, pada Rabu (6/3/2024) malam.

jemaah Aolia, baik laki-laki dan perempuan, terlihat khusyuk mengikuti Salat Tarawih perdana di masjid yang juga sekaligus rumah dari Imam jemaah masjid Aolia, KH Ibnu Hajar Pranolo atau Mbah Benu.

Baca juga: Persiapan Ramadhan 2024, Inilah Perbedaan Mukena Satin Silk dan Armani Silk yang Jadi Tren Tahun Ini

Ibadah Salat Tarawih dilaksanakan usai Salat Isya sekira pukul 19.38 WIB dengan jumlah rakaat sebanyak 23 rakaat.

Jemaah mengerjakan 20 rakaat untuk Salat Tarawih dan 3 rakaat Salat Witir.

Imam Jemaah Aolia, KH Ibnu Hajar Pranolo atau Mbah Benu, mengatakan Jemaah Aolia memiliki perhitungan sendiri untuk penetapan 1 Ramadan.

Di mana, hitungan tersebut berdasarkan hitungan kalender dan berdasarkan perjalanan spiritual Jemaah Aolia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved