Berita Kaltim Terkini
Waspada Pesan WhatsApp Atas Nama Pj Gubernur Akmal Malik, Modus Minta Bantuan Finansial
Masyarakat Kalimantan Timur dihebohkan dengan pesan singkat mengatasnamakan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik yang meminta bantuan finansial.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masyarakat Kalimantan Timur dihebohkan dengan pesan singkat mengatasnamakan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik yang meminta bantuan finansial.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim mengimbau agar masyarakat berhati-hati.
Serta mengingatkan masyarakat atas kejahatan penipuan yang mengatasnamakan pejabat seperti di antaranya Akmal Malik yang berposisi sebagai Pj Gubernur Kalimantan Timur.
Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal mengimbau bahwa Pemprov Kaltim serta Pemerintah di tingkat Kabupaten/Kota tidak pernah melakukan permintaan apapun kepada masyarakat, dengan mengatasnamakan pemerintah daerah.
Baca juga: Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Kembali Terjadi, Kali Ini Catut Nama Kasat Reskrim Polres Berau
"Kalau ada hal-hal seperti itu tidak usah dilayani dan ditanggapi, bahkan kalau perlu bantu kita blokir nomornya," tegas Faisal kepada TribunKaltim.co pada Selasa (19/3/2024).
Menurutnya, sebagai aparatur tidak mungkin meminta bantuan kepada masyarakat apalagi dalam bentuk dana.
Sehingga jika ada hal tersebut tidak usah dipercaya. "Kita juga tidak usah tipis kuping, karena kalau setiap hal tersebut dilaporkan, capek juga," tukasnya.
Faisal menerangkan, sebenarnya kejadian sama telah sering terjadi dengan mengatasnamakan pejabat baru.
"Baik pejabat baru, setiap kepala dinas baru, kalau dilantik pasti akan keluar yang seperti itu," imbuhnya.
Melek Literasi Digital
Pada intinya, masyarakat jangan pernah menanggapi hal tersebut.
Faisal berharap, saat ini bukan zamannya penipuan seperti ini.
Baca juga: Nama Pj Bupati PPU Makmur Marbun Kembali Dicatut Pelaku Penipuan
Kegiatan atau aktivitas digitalisasi ada yang baik dan ada yang buruk, sama seperti di dunia nyata.
Maka, masyarakat penting berhati-hati serta meningkatkan dunia literasi digital.
"Kita juga tidak bisa melarang, karena tak semua orang menggunakan digital jadi kita-nya yang harus hati-hati," pungkas Faisal.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240319_Diskominfo-Kaltim-Chat-WA.jpg)