Jejak Islam di Bumi Etam
Jejak Islam di Bumi Etam 21 - Makam Kuno Bertuliskan Arab di Desa Pasir Mayang
Desa Pasir Mayang di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur menyimpan banyak cerita sejarah syiar Islam. Jejaknya masih bisa dilihat hingga saat ini.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Syaiful Syafar
Di antara rimbunan ilalang ada makam kuno dengan nisan berbahan kayu ulin. Nisan tersebut berhiaskan tulisan Arab yang di antaranya dipercaya berasal dari abad ke-14. Tak hanya satu, makam-makam tersebut tersebar di beberapa lokasi.
TRIBUNKALTIM.CO - Desa Pasir Mayang di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur menyimpan banyak cerita sejarah syiar Islam. Jejaknya masih bisa dilihat hingga saat ini.
Di beberapa kawasan di Desa Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser terdapat peninggalan artefak terutama lahan makam Datu Pasir Mayang dan Ratu Bura Daya.
Juru kunci makam Datu Pasir Mayang, Asmuni mengatakan desa ini dipercaya sebagai desa tertua di tanah Paser lantaran lokasinya yang strategis berada di pesisir pantai.
Konon, pesisir pantai di desa tersebut dipercaya sebagai pelabuhan internasional, menjadi salah satu bukti bahwa penyebaran Islam saat itu singgah di desa ini melalui jalur perdagangan mulai dari pedagang Saudi Arabia hingga China.
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 20 - Pintu Gerbang Masuknya Islam di Paser
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 19 - Berawal dari Murid Sunan Giri
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 18 - Aji Amir Hasanuddin, Ulama Besar Pemugar Masjid Sultan
Jalan lorong panjang menjadi rute awal peziarah menuju area dari lokasi letak peninggalan artefak tersebut.
Lekat dengan pepohanan yang menjulang tinggi, menjadi pemandangan di sepanjang jalan menuju area pemakaman.
Adapun peninggalan situs-situs sejarah sebuah artefak tersebut berupa tempayan, piring melawin, mangkuk, cangkir, keris, emas, uang koin, dan lain sebagainya.
Artefak tersebut terbuat dari batu giok peninggalan Dinasti Ming dan Dinasti Cheng Ho yang dipercaya telah terkubur ratusan tahun lamanya.
Beberapan peninggalan sejarah tersebut, biasa ditemukan warga ketika hendak menggali tanah.
Maka tidak heran jika lahan pemakaman tersebut kerap ditemukan beberapa bekas galian lubang untuk mencari barang antik peninggalan sejarah.
"Waktu duduk di bangku SD sekitar tahun 80-an saya juga pernah menemukan pecahan tempayan bertuliskan huruf palawa yang berarti berasal dari Kerajaan Majapahit," kata Asmuni.
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 15 - Ubah Kampung Maksiat jadi Kampung Masjid
Tidak hanya di sekitar lahan pemakaman, artefak ini juga sering kali ditemukan warga sekitar ketika hendak mencari ikan atau sekadar menyusuri area pesisir pantai.
"Kadang ada juga waktu berjalan di pinggir pantai itu dapat tempayan, atau ketika mencari ikan tiba-tiba ada nyangkut yang lebarnya bisa 20 bahkan sampai 40 cm di jaring ikan," tambahnya.
Di samping itu, ada pula wujud penampakan makam-makam kuno yang tersebar di area makam Datu Pasir Mayang.
Jejak Islam di Bumi Etam
Sejarah Islam di Kalimantan Timur
Pasir Mayang
Paser
sejarah islam di paser
Datu Pasir Mayang
Ratu Bura Daya
Datu Bejambe
TribunKaltim.co
| Jejak Islam di Bumi Etam 26 Selesai - Batu Indra Giri, Penanda Hubungan Diplomatik Masuknya Islam |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 25 - Sosok Abu Mansyuh Indra Jaya, Pembawa Islam di Tana Paser |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 24 - Al-Qur'an Tua Tulisan Tangan Jejak Penyebaran Islam di Paser |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 23 - Masjid Jami Nurul Ibadah, Bukti Perkembangan Islam di Paser |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 22 - Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Islam di Paser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240331_Makam-kuno-di-Desa-Pasir-Mayang-Kecamatan-Kuaro-Kabupaten-Paser.jpg)