Jejak Islam di Bumi Etam
Jejak Islam di Bumi Etam 22 - Datu Bejambe, Leluhur Tokoh Penyebar Islam di Paser
Makam Datu Bejambe terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Syaiful Syafar
Sosoknya digambarkan mempunyai jenggot panjang hingga dijuluki Datu Bejambe. Pria yang berasal dari Kerajaan Mempawah ini konon merupkan leluhur dari ulama-ulama penyebar Islam di Kerajaan Sadurengas hingga akhirnya berganti menjadi Kesultanan Paser.
TRIBUNKALTIM.CO – Di antara kepingan jejak sejarah, terdapat salah satu peninggalan syiar Islam di Desa Pasir Mayang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur yang saat ini masih terus dijaga dan terpelihara.
Makam Datu Bejambe terletak di dataran tinggi tak jauh dari tepi pantai di Desa Pasir Mayang.
Berdasarkan penelusuran TribunKaltim.co, Datu Bejambe adalah seorang ulama bernama lengkap Sayyid Ahmad Maulana Khairudin yang juga diberi gelar Imam Pawah dari Kerajaan Mempawah.
Dirinya ditugaskan berdakwah menyebarkan agama Islam di Kerajaan Sadurengas, untuk kemudian menetap di Desa Pasir Mayang.
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 21 - Makam Kuno Bertuliskan Arab di Desa Pasir Mayang
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 20 - Pintu Gerbang Masuknya Islam di Paser
Tokoh Desa Pasir Mayang sekaligus juru kunci makam Datu Bejambe, Asmuni menggambarkan sosok Datu bejambe yang mempunyai jenggot panjang.
"Artinya seorang ulama yang berjenggot panjang, beliau berperan untuk menyebarkan agama Islam di Pasir Mayang ini," imbuhnya.
Tepatnya pada tahun 1622 atas utusan dari Kesultanan Banten, Datu Bejambe datang berdakwah ke Kerajaan Sadurenges untuk melanjutkan dakwah dari Abu Mansyuh Indra Jaya, kemudian dinikahkan atau dijodohkan dengan putri Abu Mansyuh, yakni Aji Putri Mitir.
Dari hasil pernikahan tersebut, mereka memperoleh dua orang putra dan seorang putri, yakni Aji Sayyid Abdul Rahman, Aji Sayyid Mustafa, dan Aji Syarifah Ratna Beranak.
Seiring waktu berlalu, sebagai seorang mubaligh yang dipercaya Kerajaan Sadurengas untuk menyiarkan Islam, Datu Bejambe tak lekang menyiarkan syariat-syariat Islam melalui tutus keturunannya.
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 19 - Berawal dari Murid Sunan Giri
Pada saat itu, Datu Bejambe memerintahkan putra pertamanya Aji Sayyid Abdul Rahman untuk memimpin menjadi mubaligh di daerah Pelabuhan Kerajaan Sadurengas, yakni Pasir Mayang dan daerah pesisir meliputi Olong Telake, Olong Tunan serta sampai Teluk Balikpapan.
Hingga ke pesisir selatan di Tanjung Aru, Teluk Aper, dan Tanah Bumbu.
Sementara putra keduanya bernama Aji Sayyid Mustafa diperintahkan untuk memimpin atau berdakwah di daerah paling ramai pada zaman kala itu, yakni di Batu Botuk-Olong Komam yang kemudian mendirikan masjid di wilayah dakwahnya, meliputi Sungai Kandilo dan Tabalong, serta pedalaman Gunung Meratus.
Melalui tutus keturunan atau zuriat Abu Mansyuh Indra Jaya dan Imam Pawah inilah dakwah Islam menyebar keseluruh Kerajaan Sadurengas.
Kemudian di tahun 1703 berubah menjadi Kesultanan Paser.
Baca juga: Jejak Islam di Bumi Etam 18 - Aji Amir Hasanuddin, Ulama Besar Pemugar Masjid Sultan
Jejak Islam di Bumi Etam
Sejarah Islam di Kalimantan Timur
Paser
Desa Pasir Mayang
Datu Bejambe
sejarah islam di paser
| Jejak Islam di Bumi Etam 26 Selesai - Batu Indra Giri, Penanda Hubungan Diplomatik Masuknya Islam |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 25 - Sosok Abu Mansyuh Indra Jaya, Pembawa Islam di Tana Paser |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 24 - Al-Qur'an Tua Tulisan Tangan Jejak Penyebaran Islam di Paser |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 23 - Masjid Jami Nurul Ibadah, Bukti Perkembangan Islam di Paser |
|
|---|
| Jejak Islam di Bumi Etam 21 - Makam Kuno Bertuliskan Arab di Desa Pasir Mayang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240401_Makam-Datu-Bejambe-di-Desa-Pasir-Mayang.jpg)