Tribun Kaltim Hari Ini
BPBD Samarinda Catat 42 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan pada 28,16 Hektare
saat ini pihaknya terdapat dua unit mobil tangki, satu memang dimiliki BPBD Samarinda dan satunya pinjaman dari BPBD Provinsi Kaltim yang memang
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat sebanyak 42 kali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan total luas 28,16 hektare tahun 2024 di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Jumlah peristiwa tersebut terhitung pada tahun 2024 dimulai dari priode Januari hingga Maret saja, yang tersebar hampir seluruh kecamatan di Kota Tepian, terkecuali di Kecamatan Loa Janan Ilir dan Samarinda Seberang.
Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda, Edy Susanto kepada TribunKaltim.co di Samarinda.
Bahwa Karhutla yang terjadi ini didominasi faktor diduga adanya aktivitas pembukaan lahan baru yang telah dilakukan.
"Sebagian besar penyebabnya itu karena sengaja dibakar untuk pembukaan lahan," ungkapnya pada Rabu (3/4/2024).
Baca juga: BPBD Catat 42 Kali Karhutla dengan Luas 28,16 Hektare Tahun 2024 di Samarinda, Berikut Rinciannya
Tidak hanya itu, Edy Susanto membeberkan, ada kawasan di Kota Tepian lada priode ini yang diduga terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan lantaran cuaca yang memang terik atau panas.
"Cuaca beberapa waktu belakangan ini termasuk saat memasuki Bulan Ramadan banyak panas, itu juga salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya Karhutla," ucapnya.
Ia mengatakan dalam upaya melakukan pemadaman Karhutla yang telah terjadi tersebut tidak ada yang terlalu menghambat, hanya saja memang secara jumlah personil dan armada kini masih terbatas.
Mengingat, dulunya pernah ada peristiwa Karhutla di dua tempat, terpaksa pihak turun harus turun bergantian.
Baca juga: Kutai Kartanegara Dikepung 42 Titik Panas, Masyarakat Diimbau Waspadai Karhutla
Padahal sebenarnya, ketika mempunyai lebih maka bisa dilakukan penanganan secara bersamaan.
"Meskipun dengan berbagai tantangan kami siap untuk menghadapi kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
Ia membeberkan saat ini pihaknya terdapat dua unit mobil tangki, satu memang dimiliki BPBD Samarinda dan satunya pinjaman dari BPBD Provinsi Kaltim yang memang dititipkan untuk membackup di Kota Tepian.
"Sedangkan alat-alat lain kita sudah lengkap tinggal mungkin jumlahnya aja yang ditambahin, seperti selang, baju tahan panas dan sebagainya," imbuhnya.
Dirinya pun menghimbau masyarakat, sebaiknya untuk pembukaan lahan sebaiknya jangan dilakukan dengan membakar.
Selain itu memang berbaha, ini juga menyebabkan gangguan bagi masyarakat yang lain.
"Biasanya asap Karhutla bisa menyebar kemana-mana, tapi akibat itu bisa menggangu ke perkamoubgan di sekitarnya. Jadi jangan buka lahan dengan membakar," pungkasnya.
Baca juga: Karhutla di Tarakan Kalimantan Utara, Butuh Berjam-jam untuk Padamkan Api
Sebelumnya, Fenomena super El Nino diwaspadai Provinsi Kalimantan Timur karena dapat berdampak negatif utamanya pada sektor pertanian. Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan bahwa Bumi Etam masih waspada terhadap ancaman perubahan iklim dan fenomena super El Nino.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga bersiap dan telah melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan cara-cara penanganan serta pencegahan dampak super El Nino. Super El Nino sudah melanda tujuh daerah di Indonesia dan berpotensi menimbulkan kemarau panjang, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bahkan sebaran penyakit.
Ia mengungkapkan, meski Kaltim telah mulai mengalami hujan, namun hal ini belum maksimal, sehingga perlu tetap waspada dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.
"Kita bersyukur, Kaltim telah turun hujan walaupun tidak maksimal, sehingga dapat mengurangi dampak dari kerawanan karhutla. Hal ini penting agar kita bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah penanganan fenomena dan dampak super El Nino," jelasnya, Senin (6/11/2023).
Baca juga: Tersangka Isi BBM Berulang-ulang di Kutai Barat, Dugaan Penyebab SPBU Barong Tongkok Terbakar
Akmal Malik menegaskan, bahwa menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga yang dapat menyebabkan inflasi penting dilakukan.
Tentunya, ia mendorong kerja sama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan strategis dan mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
"Jadi perlu dilakukan kerjasama antar daerah meliputi komoditas pangan strategis," ujarnya.
Selain itu, sambung Akmal Malik, setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah, dimana daerah yang kekurangan komoditas bisa mengambil dari daerah yang surplus komoditas pangan.
"Perlu juga mendorong peran dan kerjasama lintas sektor, juga mengoptimalkan kerja TPID," pungkasnya.
Data Kasus Karhutla 2024
-Total kejadian 42 kali
-Total luas kebakaran 28,16 hektare
-Samarinda Kota : 2 kali, kurang lebih 900 meter
-Samarinda Utara : 6 kali, kurang lebih 23,000 meter
-Samarinda Ulu : 2 kali, kurang lebih 3,600 meter
-Sungai Kunjang : 3 kali, kurang lebih 1.100 meter
-Sungai Pinang : 6 kali, kurang lebih 50.400 meter
-Samarinda Ilir : 2 kali, kurang lebih 900 meret
-Sambutan : 15 kali, kurang lebih 163.000 meter
-Palaran : 5 kali, kurang lebih 2.500 meter
-Loa Janan Ilir : 0 (Tidak ada)
-Samarinda Seberang : 0 (Tidak ada).
SUMBER: BPBD Samarinda 2024
(TribunKaltim.co/Muhammad Riduan dan M Fairus)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240403-Asap-membumbung-dari-kawasan-lahan.jpg)