Kamis, 7 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

BPS Mahulu Kaltim Uji 500 Sampel untuk Survei Keluarga Miskin

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melakukan uji coba sampel pada sejumlah 500 sampel

Tayang:
Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/KRISTIANI TANDI RANI
PENDUDUK MISKIN - Kepala BPS Mahulu, Muhammad Fauzi mengatakan butuh 500 sampel untuk mengukur data jumlah keluarga miskin di Mahulu.TRIBUNKALTIM.CO/KRISTIANI TANDI RANI 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, melakukan uji coba sampel pada sejumlah 500 sampel.

Uji sampel ini dilakukan untuk menentukan besaran jumlah presentasi angka keluarga miskin di Mahulu.

Kepala BPS Mahulu, Muhammad Fauzi mengatakan setiap kecamatan masing-masing membutuhkan 10 boks sensus.

Dimana satu boks sensus berisi 100 sampel atau rumah tangga dari satu kecamatan.

"Nah disini kan Mahulu ada lima berarti 500, ini yang sementara kami lakukan tapi masih dalam tahapan baru selesai kemarin," katanya, Kamis (18/4/2024).

Baca juga: BPS Mahulu Kaltim Catat Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2023 Capai 3 Ribu Jiwa

Baca juga: Kisah Yulita Avun Pemilik Telinga Panjang di Mahulu Kaltim, Ada Rutinitas Unik Semasa Sekolah

Untuk saat ini BPS Mahulu belum bisa menarik kesimpulan besaran presentasi keluarga miskin karena masih sementara dalam proses pengelolaan.

Lagi, Ia menyebut BPS Mahulu tidak bisa menentukan presentasi keluarga miskin karena yang berhak menentukan adalah BPS Pusat.

Namun, Ia menegaskan saat ini Mahulu tidak masuk dalam kategori miskin ekstrim.

"Dari BPS pusat karena dia kan ada nilai-nilai timbang, yang masuk dalam kategori miskin ekstrim itu kan jarak antara miskin dan ngak miskin itukan jauh," ujarnya.

Menurutnya, melihat syarat sebuah daerah dapat dikatakan miskin ekstrim tidak dimiliki oleh kabupaten termudah Kaltim ini.

Hanya melihat data makro BPS Mahulu terjadi peningkatan keluarga miskin.

Maka dari itu perlu adanya sebuah langkah intervensi atau penurunan angka kemiskinan dari Pemkab Mahulu.

"Dari 11,5 jadi 11,3 jadi artinya penduduk miskin kurang. Cuma disini kan harusnya ada semacam intervensi dari daerah," ucapnya.

Seperti yang saat ini sedang digencarkan oleh Pemkab Mahulu, dengan hadirnya sebuah instruksi agar semua elemen ikut mengambil peran.

Baca juga: Cegah Penyebaran DBD, Kepala Dinkes Mahulu Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Salah satu poin yang harus diperhatikan adalah mengupdate data agar kedepannya bantuan yang ada bisa tepat sasaran.

"Artinya supaya tepat sasaran itu data harus di update, nah itu harus mendapatkan intervensi ya dinas sosial dalam hal ini," harapnya. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved