Berita Samarinda Terkini
Dapat Ilmu dari Wamen LHK, Rektor Unmul Imbau Mahasiswa Cepat Lulus
Kampus Unmul pekan ini jadi tempat dua kegiatan ilmiah yakni Forests Dialog 22-26 April juga termasuk Kuliah Umum di Fajlkultaa Kehutanan Unmul
Penulis: Nevrianto | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Kampus Unmul pekan ini jadi tempat dua kegiatan ilmiah yakni Forests Dialog 22-26 April juga termasuk Kuliah Umum di Fakultas Kehutanan.
Kedua kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Drs. Alue Dohong, M.Sc, Ph.D.
Rektor Unmul, Prof. Dr .Ir Abdunnur. MSi IPU.ASEAN Eng, menyambut hangat Wamen LHK yang telah dinantikan hadir di kampus Unmul, saat dikonfirmasi, Minggu(28/4/2024)
"Wamen LHK sebenarnya di request hadir di Unmul.Tadi juga hadir bersama Forest Dialog 2024.
Partisipan terbatas kita berikan pencerahan secara khusus pada mahasiswa Fahutan sehingga cepat lulus dapat ilmu dari Wameb LHK dengan materi Pengembangan Bisnis Kelompok Usaha Perhutanan Sosial bisa banyak didapatkan bahkan lebih,"katanya.
Rektor Unmul melanjutkan beberapa hal yang disampaikan Unmul menuju visi menuju World Class University.
Baca juga: Perhapi Kaltim Ajak Mahasiswa Unmul Cakap Kelola Bahan Galian Industri
Baca juga: Beri Evaluasi dan Rekomendasi LKPj Bupati Tahun Anggaran 2023, DPRD Berau Gandeng Unmul
"Minimal akreditasi unggul dan akreditasi Internasional oleh karenanya kita menantang kinerja Rektor berani menghadirkan akreditasi internasional dalam Kinerjanya salahsatunya dari Fakultas Kehutanan.
Untuk menuju itu tak hanya di pimpinan Fakultas Kehutanan dan Pimpinan Program Studi(Prodi), perlu dukungan semua pihak.Sehingga kita perlu penguatan mahasiswa cepat lulus tak perlu 4 tahun, kalau perlu 3 tahun lulus sehingga siap semua,"harapnya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI Drs. Alue Dohong, M.Sc, Ph.D presentasi menggunakan proyektor berbagi ilmu pada kuliah umum membahas kebijakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mendorong bisnis di kelompok usaha Perhutanan Sosial.
"Yang skarang jadi jalan keluar dari sejumlah permasalahan terkait dengan tumpang tindih kepemilikan lahan tumpang tindih penglolaah kepemilikan lahan pengelolaan lahan oleh masyarakat sebagai mana menjadi kebijakan juga dari Kementrian LHK
Wamen LKH juga memberikan pandangan (outlook) terkait progress implementasi dari perijinan, jumlah perijinan distribusi perijinan, jenis bisnis yang sudah dikembangkan didorong oleh KLKH plus capaian nilai rupiah.
Dalam pemaparannya, Wamen LHK menyatakan apa yang terjadi belum optimal .
"Kita mengelola demikian luas lahan namun dengan nilai rupiah yang masih kecil.Tak terlepas dari belum terkolanya dengan baik model pengeloalaan pengelolaan dan pemanfaat hutan dengan teman yang mendapatkan perijinan, setelah mendapatkan ijin hampir semua masih mengalami kesulitan salah satunya karena ada gab antara kemampuan pendanan kemampuan mencari pendanaan dan melakukan proses pemasaran dari produk produk yang dikelola,"ungkapnya.
Wamen LKH mengutarakan tantangan Fahutan sangat intens membuat satu pola diluar area Intregrity, Area Development dimana Perhutanan Sosial tak hanya menjadi sektor kehutanan, tapi jadi sektor semua sektor pembangunan daerah.
Fakultas Kehutanan Unmul sebagai Fakultas berpredikat Unggul dan siakui internasional memberikan masukan bahwa hal Perhutanan Sosial harusnya bisa diintegrasikan dengan multi usaha kehutanan yang menjadi kewajiban bagi buat sektor pemegang sektor bisnis kehutanan kewilayahnnya sebagai pesaing. Tapi jadi bagian dari mitra produksi dan ekonomi yang dibangun.
Dekan Fakultas Kehutanan Unmul, Prof. Dr. Rudianto Amirta, S. Hut., MP mengutarakan, Fakultas Kehutanan adalah salah satu Fakultas yang mengembangkan model pembelajaran Perhutanan Sosial secara khsusus.
"Jadi kami membangun modal bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan US Aids, Segar dari pendanaan mitra internasional.
Kita membangun model implementasi kemudian mendliverry itu ke masyarakat melalui program PKL Tematik Yang ada kan maysarkat begitu diberikan perijinan masyarakat tak punya perencanaan pengelolaan.
Kami membantu melaiui PKL tematik kami lakukanJadi ketika mahasiswa mendapatkan pembelajaran dari kampus mengikuti dari proses awal proses Perhutanan Sosial seperti apa, kemudian apa saja kebutuhannya berdasalkan modul yang ada.Kemudian pada saat disampilaikan ke daerah mereka bisa membangun rencana pengelolaannya,"tuturnya
Kuliah umum dihadiri sekitsr 500 mahasiswa di gedung bundar , atau Gedung Prof Arifin Bratawinata, Kamis (25/4/2924) mendapat tanggapan dari mahasiswa yang mengutarakan permasalahan yakni salah satu mashasiswa ada gab perijinan wilayah dan pendamping.
Dekan Fakultas Kehutanan turut merespon tanggapan mahasiswa.
Baca juga: Post Holiday Syndrom Kerap Dialami usai Libur Panjang, Begini Penjelasan Dosen Psikologi Unmul
"Salah satu yang menjadi permasalahan terbesar kenapa belum imbangnya penghasilan dengan perijinan yang ada adalah pendampingan.
Mereka punya ijin tapi gak punya rencana, nah kami hadir dengan prencanaan, pendampingan dengan skema bisnis yang saya paparkan banyak hal yang kami jembatani dan itu yang kami lakukan kami berikan .
Harapannya melaui kuliah umum mahasiswa bisa mengupdate situasi yang ada dengan kondisi perhutanan sosial yang mereka pelajari dan huga saat ini menjadi isu dalam implementasinya di KLHK,"terangnya. (*)
| Pemilihan Rektor Unmul Samarinda 2026 Masuki Tahap Krusial, Sudah Ada Lima Pendaftar |
|
|---|
| BMKG Samarinda Sebut Kaltim Masih Dilanda Pancaroba dengan Hujan Intensitas Tinggi |
|
|---|
| Lampu Jembatan Mahkota II Padam, DPRD Samarinda: Jangan Abaikan Keselamatan Pengendara |
|
|---|
| Relokasi TPS Segera Rampung, Eks Lapangan KNPI Samarinda Seberang Siap Jadi Nadi Baru Ekonomi Warga |
|
|---|
| Basket Campus League Samarinda 2026 Ramai Penonton, GOR Sempaja Bergairah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/KULIAH-UMUM-di-Unmul.jpg)