Berita Berau Terkini
Sekda Berau Ingatkan Jangan Terlalu Bergantung dengan Tambang, Pariwisata Miliki Potensi Besar
Ingatkan Jangan Terlalu Bergantung dengan Tambang, Sekda Berau minta gali semua potensi yang dimiliki.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said kembali mengingatkan agar Berau tidak terlalu bergantung lagi dengan tambang batu bara, Selasa (14/5/2024).
Hal ini mengingat kekayaan sumber daya alam terbarukan pasti akan habis nantinya.
“Memang perlu diingat, kita harus mempersiapkan diri dari sekarang. Kita harus menggali semua potensi yang kita miliki, khususnya dari sumber daya alam yang bisa diperbarui dan sumber daya alam yang tidak akan habis-habis, seperti potensi pariwisata," jelasnya kepada Tribunkaltim.co.
Apalagi, kata dia, Berau memiliki potensi wisata pantai dan laut yang cukup mendunia mulai dari Pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua hingga yang belakangan juga kian diminati wisatawan, Pulau Kaniungan.
"Potensi wisata unggulan Berau itu, bahkan cukup menarik sejumlah investor untuk pengembangan pariwisata," ujarnya.
Baca juga: Sonya-Burhanuddin Daftar pada 30 Menit Terakhir, Pastikan Ikut Pilkada Berau 2024 Jalur Independen
Prinsipnya, daerah ini sudah harus memikirkan agar potensi wisata pantai dan laut bisa memberikan dampak signifikan terhadap industri pariwisata di Kota Tanjung Redeb.
“Jadi bukan hanya ke Derawan atau Maratua lalu selesai, wisatawan harus bisa kita tarik untuk ‘wajib’ datang ke Tanjung Redeb karena di sini ada batik, kain tenun alam, ada kuliner dan merchandise khas Berau yang juga sangat menarik untuk dikunjungi dan dibeli,” katanya.
Untuk itu, Pemkab Berau mengusung transformasi ekonomi untuk tidak lagi bergantung pada sumber pendapatan sumber daya energi tak terbarukan alias mineral dan batu bara serta galian.
Pemerintah daerah pun sudah menaruh perhatian pada transformasi ekonomi dari pertambangan kepada pengembangan pertanian, perkebunan dan pariwisata.
Selain itu, hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait adanya tiga komoditas unggulan di Berau berupa kelapa dalam atau kelapa buah, cokelat dan jagung.
“Nah, orientasi kita ke depan dari pasca tambang mengandalkan tiga komoditas itu,” imbuhnya
Baca juga: Dua Paslon yang Maju Pilkada Berau 2024 Jalur Independen Penuhi Syarat Jumlah Dukungan Suara
Muhammad Said juga mengatakan bahwa pemerintah optimis dalam proses transformasi ini.
Pasalnya, tiga komoditas tersebut dibutuhkan dalam hal ketahanan pangan nasional.
Bahkan, biji cokelat menjadi komoditas ekspor yang dibutuhkan di dunia internasional.
"Kegiatan pertambangan minerba dan sumber galian itu tidak akan bertahan lama jadi penyumbang terus menerus untuk APBD kita,” ungkapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.