Berita Balikpapan Terkini
Tiket Pesawat Sulit Didapat, DPRD Balikpapan Sarankan Maskapai Siapkan Extra Flight
Tiket pesawat menuju Kota Minyak sulit didapat, DPRD Balikpapan menyarankan maskapai siapkan extra flight.
Penulis: Eni | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tiket penerbangan menuju Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, belakangan ini
Masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang melibatkan puluhan ribu pekerja diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan tiket pesawat menuju Balikpapan.
Melihat kondisi ini, masyarakat pun harus memesan tiket pesawat jauh-jauh hari.
Tidak hanya sulitnya mendapatkan tiket pesawat menuju Balikpapan, masyarakat pun harus mengeluarkan kocek yang relatif tinggi.
"Mau ke Balikpapan beli tiketnya sekarang sudah pasti enggak kebagian. Jangankan beli sekarang, tiga hari sebelum keberangkatan tiketnya sudah habis," keluh Arman, salah satu penumpang pesawat dari Surabaya menuju Balikpapan.
Baca juga: Alasan DPRD Balikpapan Usulkan Tambahan Maskapai Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan
Menyikapi hal itu, anggota DPRD Balikpapan, Nurhadi Saputra angkat bicara.
Ia menyarankan pihak berwenang segera melakukan penambahan frekuensi penerbangan pesawat atau extra flight yang dipermanenkan.
"Melihat kondisi seperti ini seharusnya dilakukan extra flight," tegasnya, Senin (20/5/2024).
Penambahan itu, kata dia, dianggap sangat penting mengingat pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur memicu peningkatan jumlah penumpang pesawat.
Selain itu, kata dia, penutupan beberapa bandara internasional di daerah lain, seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Bandara di wilayah tersebut dulunya melayani penerbangan langsung ke Kuala Lumpur dan Singapura, namun kini mengharuskan transit di Balikpapan.
"Ini menjadi masalah tersendiri. Saya berharap maskapai yang tidak beroperasi seperti Sriwijaya, Lion Grup, dan Garuda bisa kembali beroperasi karena kehadiran IKN menjadi magnet tersendiri," ungkapnya.
Baca juga: DPRD Balikpapan Tinjau Rencana Penataan Pedagang di Pasar Pandansari, Ditarget Juni Sudah Rapi
Nurhadi juga sepakat dengan pernyataan Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud yang melarang aparatur sipil negara (ASN) berangkat keluar Balikpapan tanpa membeli tiket pulang-pergi (PP).
"Namun, saya juga bertanya-tanya mengenai perbedaan harga tiket masuk ke Balikpapan yang terasa lebih mahal. Ini yang menjadi pertanyaan, apa yang membedakan," tambahnya.
Sebelumnya, Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud belum lama ini juga turut mengeluhkan masalah yang sama.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.