Senin, 27 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Jika Terjadi Kebakaran di Rutan Balikpapan, 1.136 Napi Dibiarkan Keluar atau Tetap Dalam Tahanan?

Jika Terjadi Kebakaran di Rutan Balikpapan, 1.136 Napi Dibiarkan Keluar atau Tetap Dalam Tahanan?

Penulis: Ias | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Rutan Balikpapan
FASILITAS RUTAN BALIKPAPAN - Petugas Rutan Balikpapan dan BPBD Kota Balikpapan meninjau lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan Ground Water Tank (GWT). GWT ini akan dilengkapi dengan pompa pemadam kebakaran portable, selang, dan nozzle untuk membantu memadamkan api dengan cepat dan efektif. 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co/Mohammad Zein Rahmatullah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jika Terjadi Kebakaran di Rutan Balikpapan, 1.136 Napi Dibiarkan Keluar atau Tetap Dalam Tahanan?

Dilematis. Ribuan itu bakal tewas terpanggang jika tak dikeluarkan segera. Di sisi lain ribuan napi itu akan menimbulkan masalah baru di masyarakat.

Bahkan para Napi itu tidak kembali lagi ke Rutan. Apa solusinya?

Baca juga: Urgensi Pengadaan Ground Water Tank di Rutan Balikpapan, Napi tak Bisa Dikeluarkan Meski Kebakaran

Rutan Balikpapan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Balikpapan, berkoordinasi untuk meningkatkan pencegahan kebakaran di Rutan yang mengalami over kapasitas.

Tercatat pada pertengahan April 2024, total warga binaan Rutan Balikpapan mencapai 1.136 orang. Dalam satu kamar, bisa ditempati hingga puluhan warga binaan.

Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi bahaya kebakaran di Rutan yang padat dan didominasi oleh warga binaan laki-laki.

"Namanya laki-laki itu kan kurang tanggung jawabnya di kamar. Mereka merokok tidak terkontrol, sementara kita ini ada matras dan beberapa barang mudah terba kar," ujar Agus Salim, Selasa (21/5/2024).

Sebagai permulaan, sebelumnya Rutan Balikpapan telah menerima bantuan 25 Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari BPBD.

Baca juga: Antisipasi Kebakaran, Rutan Balikpapan Gandeng BPBD Bangun Tangki Air Tanam 

Melihat keterbatasan APAR untuk menangani kebakaran besar, Agus Salim mengusulkan tambahan sarana prasarana.

"Soalnya di dalam Rutan ini padat. Kalau semisal kita menghubungi BPBD, pasti butuh waktu perjalanan, belum kondisi lainnya, dikhawatirkan penanganan agak terhambat," jelas Agus Salim.

Dia menerangkan, ketika insiden kebakaran terjadi di dalam area Rutan, pihaknya tak bisa begitu saja mengeluarkan warga binaan.

Demikian berangkat dari status warga binaan yang justru memicu keresahan di dalam lingkungan masyarakat jika dilepaskan begitu saja.

"Kalau kebakaran di permukiman, warga bisa melarikan diri kemana. Kalau di Rutan dibiarkan melarikan diri, ya bisa-bisa warga binaan ini nggak balik," lanjut Agus.

Baca juga: Warga Binaan Melahirkan, Rutan Balikpapan Sebut Bayi Berhak Tinggal bersama Ibunya hingga 3 Tahun


Oleh karena itu, Rutan Balikpapan berencana untuk membangun ground water tank berukuran 3x4 meter yang terhubung dengan pompa dan selang total sepanjang 60 meter.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved