Berita Balikpapan Terkini
Beberapa Hari Terakhir Balikpapan Diguyur Hujan Lebat, Ini Penyebabnya Menurut BMKG
Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, mengalami hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
Penulis: Ata | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, mengalami hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Diyan Novrida menjelaskan, fenomena ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, salah satunya siklon tropis ewiniar.
Siklon tropis ewiniar diperkirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.
Baca juga: Sambut Tahun Ajaran Baru 2024, Disdikbud Balikpapan Perkuat Sistem Jaringan untuk PPDB Online
"Siklon tropis atau badai tropis yang terjadi di belahan bumi utara, seperti di Laut Cina Selatan dan perairan Filipina, memberikan efek tidak langsung terhadap cuaca di Kalimantan Timur," ungkap Diyan, Selasa (28/5/2024).
Menurutnya, efek ini diperkuat oleh adanya belokan angin, konvergensi, dan perlambatan kecepatan angin yang memicu pertumbuhan awan konvektif dan mengakibatkan hujan lebat.
Selain dampak siklon tropis, Kalimantan Timur sedang berada dalam masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
"Masa peralihan ini biasanya ditandai dengan peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai petir," tambah Diyan.
Diyan juga menjelaskan bahwa potensi hujan lebat masih cukup tinggi di seluruh wilayah Kalimantan Timur, termasuk di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di Penajam Paser Utara (PPU).
"Potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah PPU dan Balikpapan, terutama di Sepaku, lokasi pembangunan IKN," ujarnya.
Meskipun demikian, Diyan mengingatkan, kondisi atmosfer sangat dinamis dan cepat berubah.
"Tidak menutup kemungkinan akan ada hari-hari cerah berawan," katanya.
Mengenai aktivitas gempa akibat siklon tersebut, Diyan menyatakan bahwa kekuatan gempa ini tidak terlalu besar.
"Kekuatan gempa sekitar 3 atau 4 skala richter, jadi tidak begitu besar dan dirasakannya juga relatif aman," jelasnya.
Sebelumnya, BMKG prediksikan kecepatan angin maksimum siklon tropis ewiniar akan meningkat dalam 24 jam ke depan, namun masih dalam kategori satu
Siklon tropis ewiniar bergerak ke arah utara-timur laut menjauhi wilayah Indonesia. (*)
| Songsong IKN Nusantara, DPRD Balikpapan Minta Perusahaan Wajib Serap 40 Persen Pekerja Lokal |
|
|---|
| Jelang Hari Raya Idul Adha Pengrajin Pandai Besi di Balikpapan Alami Penurunan Pesanan Parang |
|
|---|
| Pemkot Balikpapan Dorong Budaya Inovasi dan Konservasi Energi Lewat Ajang Krenova 2026 |
|
|---|
| KPKNL Balikpapan Bahas Pelayanan Modern dalam Forum Konsultasi Publik |
|
|---|
| Lapas Balikpapan Raih Juara II KRENOVA 2026 Lewat Inovasi Paving Block Ramah Lingkungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240529_bmkg-balikpapan.jpg)