Minggu, 31 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Kopi Krayan Dilirik Pengusaha Asal Malaysia, Harga per Kilonya hingga Rp 500 Ribu

Kopi Krayan dilirik pengusaha Malaysia dengan tawaran harga beli hingga Rp500 per kilo.

Tayang:
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Nur Pratama
HO/ Helmi
KOPI KRAYAN - Presiden Jokowi menyeduh Kopi Krayan saat bertandang ke Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada Desember 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - kopi Krayan dilirik pengusaha Malaysia dengan tawaran harga beli hingga Rp 500 per kilo.

Lembaga Percepatan Pembangunan dan Perluasan Perbatasan Krayan (LP4K), Kabupaten Nunukan melaunching kopi Krayan di Cafe Titik Tenang, Senin (27/05/2024), sore.

Sekretaris LP4K Kabupaten Nunukan, Helmi Pudaaslikar mengatakan sejak dicanangkan pada 2017 dirinya sempat menjual kopi Krayan ke Kalimantan Barat (Kalbar) hingga Jakarta.

"Dulu saya pernah jual online ke Kalbar dan Jakarta tapi tidak bisa konsisten, karena produksi kopi Krayan jumlahnya sedikit. Sehingga banyak pembeli yang langsung ke Krayan.

Baca juga: Dana Pengamanan Pilkada Nunukan 2024 Meningkat Rp 7 Miliar, Sekda Sebut Kenaikan Dipicu Inflasi

Kalau di Krayan harganya Rp100 ribu per kilo. Tapi kalau sudah keluar Nunukan ada ongkos kirim," kata Helmi Pudaaslikar kepada TribunKaltara.com, Selasa (28/05/2024), pagi.

Bahkan kata Helmi, kopi Krayan sudah dilirik pengusaha kopi di Malaysia dengan tawaran harga beli hingga Rp500 ribu per kilo. Namun sampai saat ini produksi kopi Krayan belum bisa dijual dalam jumlah banyak ke negeri jiran, Malaysia.

"kopi Krayan ini sudah ditawari harga oleh pengusaha kopi di Malaysia. Kalau dalam kurs kita itu sampai Rp500 ribu per kilo," ucapnya.

Lanjut Helmi,"Sampai saat ini ada petani yang baru nanam kopi. Ada yang sedang merawat dan ada yang sudah mulai berbuah.

Tapi belum semua kopi yang ditanam di Krayan mencapai masa panen puncak. Jadi hasil panen belum banyak tersedia di pasaran," tambahnya.

Menurutnya, kopi Krayan memiliki aroma alamiah karena dibudidaya di dataran tinggi dengan hutan yang masih asri.

"kopi Krayan dibudidaya di dataran tinggi dengan hutan masih terjaga asri. Aroma alamiah sangat kuat sekali. Mirip kopi Toraja.

Tapi keunggulan kopi Krayan dipetik dari alam liar dataran tinggi di jantung Borneo," ujar Helmi.

Dia berharap suatu saat kopi Krayan jenis Arabica itu bisa bersaing dengan kopi lainnya di cafe seluruh Nusantara.

"Semoga kopi Krayan menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Nunukan. Bahkan bisa bersaing dengan kopi lainnya di Nusantara," tuturnya.

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved