Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Berita Berau Terkini

Sultan Gunung Tabur Berpulang, Bupati Berau: Beliau Pengayom dan Bijaksana

Sultan Gunung Tabur, Adji Raden M. Bachrul Hadie bin Adji Raden Muhammad Ayoeb, menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 29 Mei 2024

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Prosesi pemakaman Sultah Bachrul Hadie di kediaman pribadi Gunung Tabur diantarkan oleh tokoh berau dan masyarakat Berau.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -  Sultan Gunung Tabur, Adji Raden M. Bachrul Hadie bin Adji Raden Muhammad Ayoeb, menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 29 Mei 2024, di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, pada usia 70 tahun.

Itu menjadi Kabar duka menyelimuti Kesultanan Gunung Tabur dan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Almarhum Sultan Bachrul Hadie dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana. Beliau memimpin Kesultanan Gunung Tabur selama 8 tahun, sejak dikukuhkan pada tanggal 28 Desember 2016.

Semasa hidupnya, Sultan Bachrul Hadie dikenal dengan humornya yang selalu menghibur dan membawa keceriaan bagi orang-orang di sekitarnya.

Beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya, dan selalu berusaha melestarikan adat istiadat Kesultanan Gunung Tabur.

Baca juga: Gunung Tabur yang Pertama Deklarasi Kecamatan Ramah Anak di Berau

Baca juga: Bhabinkamtibmas Gunung Tabur Berau Dievaluasi, Kompol Rangga Abhiyasa Angkat Suara

Selema masa hidupnya, dirinya pernah menjadi Kepala Sekolah SMAN 1 Berau, gufu di SMP 3, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Disbudpar, Wakil DPD Golkar, hingga menjadi wakil ketua KNPI.

Setelah jenazah tiba di Berau kemarin, hari ini Pemakaman Berlangsung Secara Adat Kesultanan.

Jenazah almarhum Sultan Bachrul Hadie akan dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga Kesultanan Gunung Tabur di Jalan Kuran, RT. 3, Berau, pada hari Kamis, 30 Mei 2024. Prosesi pemakaman dilakukan secara adat Kesultanan Gunung Tabur.

Bupati Berau Sri Juniarsih yang hadir langsung, dan melepaskan kepergiaan Balindung (sebutan Sultan Bachrul Hadie) mengatakan bahwa kepergiaan Balindung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Berau dan Kalimantan Timur.

“Beliau telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan sebagai seorang yang bijaksana, pengayom masyarakat, dan pelestari budaya,” ungkapnya, Kamis (30/5/2024).

Sri Juniarsih mengajak masyarakat mendoakan agar amal ibadah almarhum Sultan Bachrul Hadie diterima di sisi Allah SWT dan beliau mendapatkan tempat terbaik di Jannah.

Baca juga: Polres Berau Tangkap Dua Orang Pelaku TPPO di Gunung Tabur, Satu Sudah Bekerja Sejak 17 Tahun

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Kepergian Sultan Bachrul Hadie juga mendapat ucapan duka cita dari berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, maupun masyarakat luas. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Katim untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved