Tribun Kaltim Hari Ini
Kurang Lebih 11 Ribu Ekor Sapi Kurban dari NTT Telah Masuk ke Samarinda, 5.250 Sapi Sudah Divaksin
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Kota Samarinda memastikan kesiapan hewan kurban di Samarinda.
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perayaan Idul Adha tinggal menghitung hari, suasana di Kota Samarinda pun mulai semarak dengan kehadiran sapi-sapi kurban.
Di beberapa titik, terlihat sapi-sapi kurban dengan berbagai ukuran dipajang di lapak penjualan.
Di tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Kota Samarinda memastikan kesiapan hewan kurban di Samarinda. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Samarinda, Maskuri.
"Kita melakukan mitigasi dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) dari zona hijau, Jadi setiap sapi datang kita vaksin dalam waktu 8 jam kita selesaikan,” paparnya hari ini, Senin (10/6/2024).
Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda Kawasan Bandara APT Pranoto Samarinda, Penerbangan Sempat Dialihkan 1 Jam
Berdasarkan data yang ia catat, diperkirakan sekitar 11 ribu ekor sapi kurban dari NTT telah masuk ke Samarinda. Sedangkan data hewan kurban dari Sulawesi belum dapat dipastikan lantaran tidak tercatat dalam sistem lalu lintas hewan.
"Kami mengetahui data dari yang memohon vaksin, jadi kami tau sapi mana yang dari karantina," tutup Maskuri. Disebutkan Maskuri, sebanyak 5.250 sapi yang berasal dari NTT dipastikan sudah tervaksin.
Terkait dengan pemantauannya, pihaknya juga menggelar pelatihan dan edukasi manajemen kurban di beberapa masjid yang ada di Kota Samarinda.
“Kita ada surat edaran tentang pemantauan penyakit hewan menular strategis menjelang Iduladha. Petugas juga sudah melakukan pemeriksaan rutin kesehatan,” ungkapnya.
Tak sampai di situ saja, selanjutnya pemantauan hewan kurban juga akan digencarkan pihaknya dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satpol PP Samarinda.
“Rencana kami lakukan di Kamis (13/6/2024) mendatang. Gabungan di beberapa titik dan pasar hewan,” tutur Maskuri.
Lanjut Maskuri, setiap masjid dan penyelenggara kurban wajib memperhatikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh Pemkot Samarinda.
Mengingat SKKH ini merupakan bukti bahwa hewan kurban telah diperiksa dan dinyatakan bebas dari penyakit menular.
“Jadi kalau gak ada SKKH jangan dibeli, kami tidak bertanggung jawab atas hal-hal yg diinginkan menyangkut penyakit,” ucapnya.
Di samping itu juga, Maskuri mengatakan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia) dan PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) untuk melakukan pemantauan pasca penyembelihan hewan kurban.
Pemantauan ini dilakukan dari hari penyembelihan hingga hari tasrik di tempat-tempat penyembelihan.
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
| Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti, Gubernur Rudy Mas'ud Singgung Minimnya Kandidat Putra Daerah |
|
|---|
| Bawa Bipang dari Kampung, Saleh Pulang Bareng Ribuan Pemudik ke Balikpapan |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Naik, Pemudik dari Kaltim Beralih ke Jalur Darat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sapi-kurban-ntt-ke-samarinda.jpg)