Minggu, 12 April 2026

Perang Rusia vs Ukraina

Kiev Tolak 2 Syarat Berat dari Putin, Perang Rusia vs Ukraina Dipastikan Terus Berlanjut

Kiev tolak 2 syarat berat dari Vladimir Putin, perang Rusia vs Ukraina dipastikan terus berlanjut

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
(ROMA PILIPEY / AFP)
Kiev tolak 2 syarat berat dari Vladimir Putin, perang Rusia vs Ukraina dipastikan terus berlanjut 

TRIBUNKALTIM.CO - Pertemuran sengit antara Rusia vs Ukraina masih terus berlangsung.

Terbaru, Vladimir Putin setuju menangguhkan perang alias gencatan senjata dengan syarat.

Diketahui, perang Rusia vs Ukraina berlangsung mulai Februari 2022.

Vladimir Putin mengajukan 2 syarat kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Syarat pertama, Ukraina harus melepaskan empat wilayah yang diduduki Moskow yakni Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Lugansk, wilayah Kherson dan Zaporizhzhia.

Baca juga: Spekulasi Israel di Balik Jatuhnya Helikopter Presiden Iran? Rusia Kirim 47 Spesialis Penyelamat

Putin juga menuntut agar Ukraina mengakui empat kota di atas sebagai wilayah Rusia berdasarkan perjanjian internasional.

Tak hanya itu mengutip laporan Washington Post, dalam proposalnya Putin mendesak Ukraina untuk membatalkan niatnya bergabung menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Apabila pemerintahan Zelenskyy yang ada di Kiev menyetujui dua syarat tersebut, Putin berjanji pihaknya bakal segera memulai perundingan damai dan mengakhiri serangannya di Ukraina.

Pemimpin Rusia itu mengatakan dia tidak mengesampingkan mempertahankan kedaulatan Ukraina atas wilayah selatan Kherson dan Zaporizhzhia dengan syarat Rusia memiliki hubungan darat yang kuat dengan Krimea.

“Hari ini kami membuat proposal perdamaian yang konkrit dan nyata,” kata Putin, saat berbicara pada malam pertemuan puncak perdamaian besar di Swiss, yang diatur oleh Ukraina dan sekutunya.

“Segera setelah Kyiv menyatakan siap mengambil keputusan ini, mulai menarik pasukannya dari kawasan tersebut dan secara resmi menyatakan pembatalan rencananya untuk bergabung dengan NATO, kami akan segera, pada saat itu juga, memerintahkan gencatan senjata dan memulai negosiasi,” imbuh Putin.

Baca juga: Vladimir Putin Dilantik sebagai Presiden Rusia untuk Periode Kelima, Amerika Serikat Cs Memboikot

Ukraina Tolak Syarat Damai Putin

Sementara itu merespon permintaan yang diajukan Putin, Ukraina menolak keras usulan Rusia.

Pejabat pemerintahan Kiev menegaskan pihaknya hanya akan menyetujui perdamaian jika Rusia menarik diri sepenuhnya dari wilayahnya yang diakui secara internasional, termasuk Krimea.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut rencana Putin “manipulatif”, “tidak masuk akal” dan dirancang untuk “menyesatkan komunitas internasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved