Perang Rusia vs Ukraina
Kiev Tolak 2 Syarat Berat dari Putin, Perang Rusia vs Ukraina Dipastikan Terus Berlanjut
Kiev tolak 2 syarat berat dari Vladimir Putin, perang Rusia vs Ukraina dipastikan terus berlanjut
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
Lantaran syarat yang diajukan Putin hanya melemahkan upaya diplomatik yang bertujuan mencapai perdamaian yang adil, dan memecah kesatuan mayoritas dunia berdasarkan tujuan dan prinsip Piagam PBB.
Hal senada juga dilontarkan Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam cuitannya di X ia menyatakan usulan Putin adalah ‘standar agresor’, yang sudah sering terdengar.”
“Tidak ada hal baru dalam hal ini, tidak ada usulan perdamaian nyata dan tidak ada keinginan untuk mengakhiri perang.
Namun ada keinginan untuk tidak membayar perang ini dan melanjutkannya dalam format baru.
Itu semua palsu,” tulis Podolyak di X.
Para pendukung Ukraina dari Barat juga mengecam Rusia atas usulan tersebut.
Di akhir pertemuan NATO di Brussels, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menentang keras permintaan damai Putin.
Ia menganggap usulan Putin yang meminta Ukraina melepaskan Republik Rakyat Donetsk, Republik Rakyat Lugansk, wilayah Kherson dan Zaporizhzhia. adalah tindakan ilegal.
“Dia tidak berhak mendikte Ukraina tentang apa yang harus mereka lakukan untuk mewujudkan perdamaian, Putin tidak bertindak dengan itikad baik,” ujar Austin.
Baca juga: Perang Dunia III Makin Dekat, Korut dan Rusia Bisa Turun Tangan Jika Amerika Tetap Bantu Israel
Incar Infrastruktur Penting
Serangan Rusia terhadap infrastruktur Ukraina dalam beberapa hari terakhir menyebabkan pemadaman listrik yang parah.
Melansir laman Aljazeera, serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina telah menewaskan dua orang.
Satu orang di wilayah Lviv barat, dan satu orang lagi dalam sebuah serangan di wilayah timur laut, kata para pejabat.
Serangan di Lviv menghancurkan sebuah bangunan dan memicu kebakaran, tulis Gubernur Maksym Kozytskyi di Telegram pada hari Minggu (31/3/2024).
Di wilayah Kharkiv, Gubernur Oleh Syniehubov mengatakan bahwa sebuah serangan udara menewaskan seorang pria berusia 19 tahun setelah sebuah proyektil menghantam sebuah pom bensin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ukraina-pamerkan-puluhan-tank-Rusia-yang-dihancurkan.jpg)