Perang Rusia vs Ukraina
Kiev Tolak 2 Syarat Berat dari Putin, Perang Rusia vs Ukraina Dipastikan Terus Berlanjut
Kiev tolak 2 syarat berat dari Vladimir Putin, perang Rusia vs Ukraina dipastikan terus berlanjut
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
Sementara itu, ratusan ribu orang di wilayah Odesa, Ukraina, tidak mendapatkan aliran listrik setelah puing-puing pesawat tak berawak Rusia yang jatuh menyebabkan kebakaran di sebuah fasilitas energi, kata Gubernur Oleh Kiper.
Operator listrik swasta terbesar di Ukraina, DTEK, mengatakan bahwa 170.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat serangan tersebut.
Angkatan udara Ukraina mengatakan bahwa mereka menembak jatuh sembilan dari 11 pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Rusia dalam semalam, dan juga sembilan dari 14 rudal jelajah.
DTEK mengatakan bahwa lima dari enam pembangkit listriknya telah rusak, dengan 80 persen dari kapasitas pembangkitnya hilang, menurut Charles Stratford dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibukota Ukraina, Kyiv.
DTEK memasok sekitar seperempat dari negara itu dengan listrik dan perbaikannya bisa memakan waktu hingga 18 bulan, kata Stratford.
"Namun, enam pembangkit listrik tersebut hanyalah setetes air di lautan dalam kaitannya dengan pembangkit listrik lainnya, fasilitas energi yang telah dihantam oleh Rusia dalam beberapa minggu terakhir," katanya.
Baca juga: ISIS Hanya Kambing Hitam, 3 Negara Disebut Dalang Serangan Teroris di Moskow oleh Intelijen Rusia
Rusia telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan kerusakan yang signifikan di beberapa wilayah.
Perusahaan energi Ukraina, Centrenergo, mengatakan pada hari Sabtu bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Zmiiv, salah satu yang terbesar di wilayah Kharkiv timur laut, hancur total setelah penembakan Rusia minggu lalu.
Sekitar 120.000 orang di daerah tersebut masih terkena dampak pemadaman listrik, beberapa hari setelah 700.000 orang kehilangan listrik setelah pembangkit listrik tersebut dihantam pada tanggal 22 Maret.
"Serangan-serangan ini, dalam kata-kata Kremlin, adalah balas dendam atas serangan-serangan yang dilakukan Ukraina jauh di dalam wilayah Rusia, yang menargetkan fasilitas-fasilitas energi dan instalasi-instalasi minyak mereka," ujar Stratford dari Al Jazeera.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam sebuah pesan Paskah pada hari Minggu, mendesak negaranya untuk bertahan.
"Tidak ada siang atau malam saat ini ketika teror Rusia tidak mencoba untuk menghancurkan hidup kita. Tadi malam, kami sekali lagi melihat roket dan Shahed diluncurkan terhadap rakyat kami," katanya.
"Kami mempertahankan diri, kami bertahan; semangat kami tidak menyerah dan tahu bahwa kematian dapat dihindari. Hidup bisa menang," kata Zelenskyy.
Di Rusia, 10 roket Vampire buatan Ceko mendarat di wilayah perbatasan Belgorod pada hari Minggu, kata Kementerian Pertahanan.
Seorang wanita terluka ketika kebakaran terjadi setelah serangan itu, kata Gubernur regional Vyacheslav Gladkov. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jika 2 Syarat Ini Dipenuhi Volodymyr Zelenskyy, Putin Janji Bakal Akhiri Perang di Ukraina
Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim
Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ukraina-pamerkan-puluhan-tank-Rusia-yang-dihancurkan.jpg)