Berita Samarinda Tekini
Malam Puisi Samarinda Bangkit Kembali, Ingin Eksiskan Puisi di Tengah Masyarakat
Di era digital yang serba cepat ini, minat membaca puisi nampaknya kian memudar, terutama di kalangan generasi muda
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Di era digital yang serba cepat ini, minat membaca puisi nampaknya kian memudar, terutama di kalangan generasi muda.
Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi banyak pihak, mengingat puisi merupakan salah satu kekayaan budaya dan seni yang perlu dilestarikan.
Hal ini menjadi salah satu hal yang dijunjung oleh komunitas Malam Puisi Samarinda. Dengan slogan 'Datang, Dengar dan Bacakan' ini, kelompok pegiat literasi ini menggelar giat membaca puisi yang mengajak masyarakat membaca puisi dengan seksama, yang berkunjung di Kedai Satujuan, Jalan DI Panjaitan Kecamatan Samarinda Utara di akhir pekan (29/6/2024).
Salah satu pengurus Malam Puisi Muhammad Ryzkhal, mengatakan bahwa tujuan gelaran ini tak lain untuk tetap menghidupkan minat baca puisi di kalangan masyarakat Kota Samarinda.
"Kami merangkul teman-teman yang suka literasi, sastra, dan puisi, untuk ikut jadi bagian ini karena kita tau di Samarinda belum seksi di masyarakat. Jadi harapannya kita bisa mengenali puisi ke masyarakat luas," ungkapnya.
Baca juga: 18 Contoh Puisi Idul Adha 2024 untuk Teman dan Keluarga, Cocok Dibagikan ke WhatsApp
Baca juga: 16 Contoh Puisi Idul Adha 2024 dengan Tema Hari Raya Kurban yang Menyentuh Hati
Komunitas Malam Puisi sendiri telah berdiri sejak tahun 2012 dan aktif di berbagai kota di Indonesia. Di Samarinda, komunitas ini telah ada sejak tahun 2013, namun baru memiliki struktur organisasi yang jelas sejak tahun 2019.
Sebelum pandemi COVID-19, Malam Puisi Samarinda rutin mengadakan kegiatan membaca puisi sebulan sekali. Namun, pandemi membuat mereka harus beradaptasi dengan mengadakan kegiatan secara online.
Setelah pandemi mereda, Malam Puisi Samarinda kembali menggelar kegiatan tatap muka pada Februari 2020. Namun, antusiasme masyarakat masih kurang, lantaran masih tingginya kasus COVID-19.
Meski demikian, komunitas yang diampu oleh tujuh orang pengurus berasal dari mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) ini tak pantang menyerah.
Semangat untuk menghidupkan minat puisi kembali membara usai berhasil memantiknya melalui pertemuan dalam satu meja.
"Setelah sekian lama dan karena ternyata punya waktu luang dan sadar udah lama nggak nulis, dan nggak bikin puisi, akhirnya coba lagi," ungkap Ryzkhal.
"Keresahan banyak tentang puisi, inginnya malam puisi tetap kekal konsisten berkelanjutan. Karena sebelumnya fleksibel atau nggak tetap," tambahnya lagi.
Baru pada Juni 2024, Malam Puisi Samarinda kembali menggelar kegiatan tatap muka dengan sukses. Kegiatan ini menjadi momen kebangkitan bagi komunitas setelah sempat vakum selama beberapa waktu.
"Harapannya, malam puisi jangan sampai hilang. Rencananya tentu melanjutkan dan kita pengen konsisten 1 bulan sekali. Karena kami ingin ada rasa rindunya terhadap puisi. Bentuk muhasabah diri karena kita menghilang, selanjutnya mungkin jadi kebangkitan," kata Ryzkhal.
Malam Puisi Samarinda juga membuka peluang bagi generasi muda untuk bergabung dan terlibat dalam komunitas ini, melalui rekrutmen pengurus melalui akun Instagram Malam Puisi.
| 10 ASN Peraih Tertinggi Jumlah Jam Pelajaran Pengembangan Kompetensi dari BPSDM Kaltim |
|
|---|
| UNMUL Bershalawat Peringati Dies Natalis ke-63 dan Maulid Nabi Muhammad |
|
|---|
| SMAN 10 Samarinda Dipilih Jadi Sekolah Garuda, Disdikbud Kaltim Siapkan Standar Internasional |
|
|---|
| Tidak Mampu Bayar Travel hingga Gadai Hp, Penumpang Dihajar Pakai Botol Parfum |
|
|---|
| JATAM Kaltim: Pemerintah dan Aparat Harus Tegas Terkait Kejahatan Tambang Batubara di Paser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240630-Peserta-membaca-puisi-di-Malam-Puisi-Samarinda.jpg)