Tribun Kaltim Hari Ini
Polsek Sebatik Timur Ultimatum Pedagang Eceran yang Jual BBM dari Malaysia Tanpa Izin
Polsek Sebatik Timur ultimatum pedagang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi asal Tawau, Malaysia yang beredar di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Polsek Sebatik Timur ultimatum pedagang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi asal Tawau, Malaysia yang beredar di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Larangan penjualan BBM Malaysia tanpa izin itu dikeluarkan Polsek Sebatik Timur. Larangan dikeluarkan berupa surat edaran kepada para pedagang di Pulau Sebatik.
Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Wisnu Bramantio mengatakan alasan mengeluarkan surat edaran berkaitan larangan penjualan BBM Malaysia tersebut, buntut keluhan pengusaha SPBU resmi di Pulau Sebatik.
Sebab keberadaan BBM subsidi asal Malaysia di Pulau Sebatik terbilang cukup banyak.
"Rata-rata pedagang kios-kios kecil di pinggir jalan raya menjual BBM botolan dari Tawau, Malaysia. Sementara pengusaha SPBU resmi di sini mengeluhkan BBM mereka tidak laku," kata Wisnu kepada Tribun, Rabu (10/7).
Baca juga: Pembunuh Pengepul Rumput Laut di Nunukan Seorang Tuna Rungu, Bersembunyi di Hutan 1 Hari
Wisnu menyebut harga jual BBM botolan Tawau, Malaysia di Pulau Sebatik sebesar Rp10.000. Begitu juga dengan harga jual pertalite botolan di kios-kios kecil.
"Bahkan ada pedagang botolan BBM Malaysia yang menjual dengan harga Rp9.000 karena modal beli di Tawau juga terbilang murah," ucapnya.
Menurut Wisnu, pedagang di Pulau Sebatik rata-rata membawa satu hingga tiga jerigen BBM subsidi dari Tawau lewat jalur 'tikus'.
"Kalau kami tindak tegas di hulu justru timbul masalah sosial yang besar. Makanya kami keluarkan imbauan larangan penjualan BBM Tawau. Biar jadi atensi dari pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi. Supaya ada solusinya," ujarnya.
Mengenai keberadaan BBM subsidi asal Tawau di Pulau Sebatik sudah sempat dibahas oleh pemerintah daerah bersama anggota DPRD Nunukan.
Hingga akhirnya Pemerintah Kabupaten Nunukan memutuskan BBM Malaysia diizinkan masuk ke Pulau Sebatik sepanjang stok BBM di SPBU habis.
Keputusan tersebut diambil pemerintah daerah untuk mencegah timbulnya gejolak di masyarakat. Lantaran SPBU dinilai tidak mampu melayani kebutuhan masyarakat Pulau Sebatik.
Wisnu berharap ada atensi dari semua stakeholder terkait untuk mencari solusi atas masalah tersebut.
"Selama ini kami yang menjadi sasaran keluhan oleh pengusaha SPBU resmi. Karena penjualan mereka menurun drastis akibat menjamurnya penjualan BBM Malaysia.
Kami belum melakukan tindakan represif, hanya imbauan saja. Meskipun aktivitas itu jelas dilarang oleh Undang-undang mengingat masalah ini akan menimbulkan dampak sosial dan benturan dengan masyarakat," tutur Wisnu.
Bakal Disita
Wisnu menegaskan kepada para pedagang BBM botolan asal Tawau di Pulau Sebatik untuk segera menghentikan aktivitas penjualannya.
| Israel Tangkap 5 WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza, Prabowo Diminta Lobi Donald Trump |
|
|---|
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/POLSEK-SEBATIK-TIMUR-BAGI-SELEBARAN.jpg)