Berita Kukar Terkini
Jalan Dondang-Tamapole di Muara Jawa Kukar Mulus Tahun Depan
Jalan Dondang-Tamapole di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulus tahun depan.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin melakukan monitoring pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan Dondang menuju Tamapole yang berada di Kecamatan Muara Jawa, Rabu (24/7/2024).
Rendi Solihin mengatakan, kehadirannya di lokasi pengerjaan Jalan Dondang-Tamapole untuk memastikan pengerjaan sesuai dengan spek yang diharapkan.
Pasalnya, keberadaan jalan penghubung ini merupakan impian dan keinginan masyarakat.
Menurutnya, pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan itu sudah dimulai sejak tiga tahun lalu, pengerjaannya dianggarkan dan dikerjakan secara bertahap setiap tahunnya.
Baca juga: Progres Pembangunan Fasilitas Gedung Rawat Inap Puskesmas Sangasanga Kukar Capai 51 Persen
Rendi Solihin menyakini, pengerjaan jalan bisa selesai tepat waktu, apalagi progres pengerjaannya saat ini telah mencapai 70 sampai 80 persen.
"Tahun ini pengerjaan sudah mencapai 70-80 persen. Saya rasa sebentar lagi pasti tembus dari air panas Dondang menuju Muara Kembang, begitu pun Muara Kembang menuju Pendingin," ucap Rendi Solihin, Rabu (24/7/2024).
Ia berharap, pengerjaan infrastruktur jalan tersebut bisa segera rampung, sehingga masyarakat Kecamatan Muara Jawa, khususnya yang berada di Muara Kembang dan Tamapole bisa terhubung dengan masyarakat yang berada di sekitarnya.
"Itu misi kita di tahun 2025 bisa tuntas semua, khususnya jalan yang berada di Kecamatan Muara Jawa," ucapnya.
Baca juga: Jadwal Pelantikan Anggota DPRD Kukar Terpilih Periode 2024-2029
Selain pengerjaan pembangunan infrastruktur Jalan Dondang menuju Tamapole dan Pendingin, Pemkab Kukar juga terus menganggarkan pembangunan jalan yang berada di Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Muara Jawa yang juga masih terisolasi.
Namun dalam pengerjaannya dibutuhkan anggaran yang cukup besar, mengingat struktur lokasi lahan mengalami pasang surut air.
Sehingga, fokus pengerjaan lebih kepada penurapan badan jalan terlebih dahulu, kemudian berlanjut semenisasi badan jalan.
"Yang masih terisolasi ialah Kelurahan Teluk Dalam, setiap tahunnya terus kita anggarkan. Hanya saja memang butuh anggaran yang cukup besar, karena bukan hanya semenisasi," urai Rendi Solihin.
"Kita perlu mengingat di wilayah tersebut sering pasang surut air, itu mempengaruhi badan jalan, sehingga dibutuhkan penurapannya dulu baru nanti eksekusi jalanannya. Tapi kami pastikan bahwa Pemkab Kukar berkomitmen menuntaskan hal tersebut," timpalnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240724_Wabup-Kukar-Rendi-Solihin-melakukan-monitoring-pengerjaan-pembangunan-jalan.jpg)