Jumat, 10 April 2026

Berita Samarinda Terkini

PKL Eks Pasar Tumpah Samarinda Seberang Ada yang Enggan Pindah, Minta Lokasi yang Lebih Dekat

PKL eks Pasar Tumpah Samarinda Seberang ada yang enggan berpindah, minta tempat relokasi yang lebih dekat.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari
Ilustrasi penertiban Pasar Tumpah di Samarinda Seberang. PKL eks Pasar Tumpah Samarinda Seberang masih ada yang enggan pindah, mereka minta lokasi yang lebih dekat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Arus lalu lintas di Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang, kini jauh lebih lancar.

Hal itu menyusul penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) liar di pasar tumpah yang kerap memadati bahu jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Penertiban yang dilakukan sepuluh hari lalu disambut baik oleh para pedagang di Pasar Baqa.

Mereka merasa lebih tenang menjalankan usahanya karena tidak lagi bersaing dengan PKL di tepi jalan.

Baca juga: Duta dan Eross Sheila On 7 Terciduk Salat Jumat di Masjid Al Amin Samarinda, Tuai Reaksi Warganet

Namun, hal ini juga membawa dampak yang cukup signifikan bagi para PKL eks pasar tumpah.

Penertiban menimbulkan dilema lantaran mereka menjadi kehilangan tempat berjualan.

Ima, salah seorang PKL eks pasar tumpah mengaku bahwa sebelum ditertibkan, para PKL sudah diarahkan untuk menempati lapak yang tersedia di Pasar Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Sosialisasi pun dilakukan secara masif, namun para PKL masih enggan menerima tawaran tersebut.

"Memang kemarin kami diarahkan ke sana, tapi pada gak ada yang mau karena sepi betul. Kami kan tinggal di sini rata-rata, jauh kalau ke sana," ungkapnya, Jumat (26/7/2024).

Meskipun mereka menyadari telah melanggar aturan, tawaran relokasi ke Pasar Harapan Baru dianggap kurang menarik karena jaraknya yang jauh.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan lapak yang disediakan tanpa dipungut biaya.

"Kami sebenarnya mau saja kalau pindah, tapi kalau bisa jangan terlalu jauh. Langganan kami sudah banyak di sini," ungkap Ima.

Baca juga: 5 Fakta Penipuan Tiket Konser Sheila On 7 di Samarinda, Terungkap Modus Pelaku Tipu Ratusan Korban

Akibatnya, banyak PKL yang kini berjualan di tempat sementara sambil berharap ada solusi yang lebih dekat.

"Jadi sementara saya jualan di belakang PDAM di dekat sini, pas subuh, dagang partai saja. Itupun kabarnya mau dibongkar juga," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan, sebelumnya telah dilakukan pembicaraan terkait rencana penertiban pedagang di kawasan PDAM ini. 

Penertiban tersebut bertujuan agar dapat menjaga peran sentral pasar sebagai sarana prasarana perdagangan dan ketertiban wilayah secara umum.

"Tempat yang disediakan saat ini sebenarnya layak dan terstandarisasi bagi pedagang. Dan selain itu juga sebagai bagian dari optimalisasi kegiatan jual beli di Pasar Baqa," pungkas Aditya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved