Berita Nasional Terkini

Terjawab Alasan Ketua MUI Sebut Makan Gratis Prabowo-Gibran Jangan Dilawan, Karena Program Tuhan!

Terjawab alasan Ketua MUI sebut Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran jangan dilawan, karena program Tuhan!

Editor: Rafan Arif Dwinanto
KOMPAS.com/Rahel
Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka saat meninjau uji coba makan bergizi gratis di SDN 03 Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/7/2024). Terjawab alasan Ketua MUI sebut Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran jangan dilawan, karena program Tuhan! 

TRIBUNKALTIM.CO - Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

Diketahui, saat ini uji coba Makan Bergizi Gratis sudah berlangsung di beberapa kota di Indonesia.

Wapres Gibran Rakabuming pun meninjau langsung ujicoba program andalan Prabowo Subianto.

Terbaru, Ketua MUI Anwar Iskandar memuji program presiden dan wapres terpilih Prabowo-Gibran memberi makan gratis untuk masyarakat.

Menurut Anwar, program tersebut merupakan program Tuhan sehingga tidak perlu dilawan.

Baca juga: Gerindra Komunikasi dengan PKB Soal Jatah di Kabinet Prabowo-Gibran, Dasco Ungkap Peluang PKS Gabung

"Kalau ada seorang Presiden, seorang Wakil Presiden punya program beri makan rakyat, itu program Allah SWT.

Ya iya kan? Mau dilawan? Mau kita lawan? Itu program Tuhan itu," ujar Anwar saat berbicara di acara Zikir dan Doa Kebangsaan 79 Tahun Indonesia Merdeka di halaman Istana Merdeka pada Kamis (1/8/2024).

Anwar menuturkan, pemerintah tidak boleh membiarkan ada masyarakat yang kelaparan.

Selain itu, menurutnya penyediaan sumber makanan yang bergizi untuk masyarakat bisa mendorong kualitas individu.

"Jangan ada orang kelaparan. Karena dengan makanan cukup, gizi cukup, susu baik, cerdas jadi anak-anak yang cerdas. Empat sehat lima sempurna," katanya.

Lebih lanjut Anwar menyinggung perihal kriteria negara yang ideal menurut Allah SWT.

Yang pertama, ketika bangsanya beriman dan bertakwa kepada Yang Maha Kuasa.

Hal itu ditunjukkan dengan komitmen ibadah dan pengendalian diri setiap umat.

Kedua, ketika rakyat tercukupi kebutuhan pangan.

Ketiga, saat masyarakat di sebuah negara aman dan terjaga kedaulatannya.

Baca juga: 2 Hasil Survei Terbaru Pilkada Jatim 2024, Pasangan Cagub Cawagub Terkuat Belum Tentu Menang Mudah

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved