Berita Kutim Terkini
Terungkap, Ada 5 Ribu Warga di Kutim Kategori Miskin Ekstrem
Kabupaten Kutai Timur ternyata masih memiliki warga dengan kategori miskin ekstrem sebanyak 0,3 persen.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kabupaten Kutai Timur ternyata masih memiliki warga dengan kategori miskin ekstrem sebanyak 0,3 persen.
Demikian berdasarkan hasil dari rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan yang digelar oleh Bappeda Kutai Timur.
Pada pertengahan tahun 2024 ini, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kutai Timur telah mencapai 0,3 persen.
Berdasarkan data (dari Dinas Sosial) di Kutai Timur ini ada 5.000 warga miskin ekstrem.
Baca juga: 2 Kampung di Kubar Akan Terima Penghargaan, Berhasil Turunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
"Yang terbanyak di Kecamatan Muara Ancalong dan Muara Bengkal," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim Noviari Noor, Selasa (6/8/2024).
Lanjutnya, kedua kecamatan tersebut paling banyak warga yang berkategori miskin ektrem dengan Kecamatan Muara Ancalon sebanyak 500 KK dan Kecamatan Muara Bengkal 400 KK.
Akan tetapi pada Desember 2024 ini, pihaknya menargetkan di Kutai Timur angka kemiskinan ekstrem bisa menurun hingga 0 persen.
Oleh sebab itu, pihaknya membutuhkan kerjasama antar OPD hingga stakeholder atau perusahaan.
"Kami bekerjasama dengan Dinsos, Distransnaker, BPS hingga pihak swasta di Kutim untuk menekan angka kemiskinan ektrem," imbuhnya.
Baca juga: DPRD PPU Dorong Pemkab Segera Rumuskan Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Ia membutuhkan, data riil warga yang miskin ektrem di lapangan yang selalu update dan terbaru.
Maka dari itu, ia juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa untuk mendata valid warga yang miskin ekstrem.
"Validasi dan verifikasi data itu penting, bisa jadi yang dikatakan miskin itu tidak miskin," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240806_Bappeda-Kutai-Timur-Noviari.jpg)