Selasa, 21 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Andi Harun Minta Orangtua Siswa Menolak Sekolah yang Jual Buku di Samarinda

"Penyakit di republik kita ini, tipu-tipu, korupsi, suap, cari uang dengan cara yang tidak benar. Jadi orangtua siswa harus berani menolak," tegasnya.

Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Budi Susilo
Instagram @samarindaetam
OUTFIT DEMO - Aksi demo yang dilakukan emak-emak di Balai Kota Samarinda, Kamis (1/8/2024), demi menuntut buku paket sekolah gratis. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Belakangan ini, persoalan pembelian buku penunjang sekolah di Samarinda masih ramai diperbincangkan. Bahkan sejumlah orangtua siswa sempat melakukan aksi di teras Balaikota Samarinda.

Hal ini pun akhirnya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) langsung membentuk tim untuk melakukan penelusuran berdasarkan laporan orangtua atas dugaan intimidasi, yang juga menyeret isu pungutan liar di beberapa sekolah. 

Baru-baru ini juga, Wali Kota Samarinda Andi Harun dengan tegas melarang adanya praktek jual-beli buku penunjang di sekolah. 

Ia menyatakan bahwa buku wajib bagi siswa seharusnya sudah dibiayai melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), sementara buku penunjang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda.

Baca juga: Wali Kota Samarinda Minta Orang Tua Sebut Nama Andi Harun Jika Dipaksa Beli Buku Sekolah

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi sekolah untuk memungut biaya tambahan dari siswa atau orangtua.

“Jadi kalau masih ada sekolah SD dan SMP negeri yang memberlakukan itu, sebut saja bahwa Wali Kota Samarinda menegaskan bahwa orangtua maupun siswanya sendiri tidak boleh di bebani untuk membayar buku, baik buku wajib maupun buku penunjang,” ungkapnya (10/8/2024).

Walikota Samarinda, Andi Harun juga mengimbau kepada para orangtua siswa untuk tak ragu menolak jika diminta oleh pihak sekolah untuk membeli buku. Termasuk juga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Penyakit di republik kita ini, tipu-tipu, korupsi, suap, cari uang dengan cara yang tidak benar. Jadi orangtua siswa harus berani menolak," ucapnya.

Di samping itu, Andi Harun juga memaparkan bahwa saat ini Pemkot sedang mengkaji beberapa opsi yang sebelumnya diyakini dapat mengurai persoalan pembelian buku di sekolah. 

Baca juga: Jadi Nominasi Kota Percontohan Antikorupsi, Walikota Samarinda Andi Harun akan Perkuat Komitmen

Salah satu yang paling digaungkan adalah Pemkot akan mencetak buku sendiri berdasarkan materi dari kementerian. Bahkan para siswa juga akan mendapatkan buku secara digital, yang saat ini juga sedang dirumuskan oleh Pemkot Samarinda.

HARGA BUKU DI SAMARINDA MAHAL - Aksi protes ibu-ibu di Samarinda terkait harga buku paket dan LKS yang dianggap mahal, Rabu (24/7/2024). Ibu-ibu di Samarinda pertanyakan sekolah gratis itu seperti apa? Bagaimana batasan gratisnya?
HARGA BUKU DI SAMARINDA MAHAL - Aksi protes ibu-ibu di Samarinda terkait harga buku paket dan LKS yang dianggap mahal, Rabu (24/7/2024). Ibu-ibu di Samarinda pertanyakan sekolah gratis itu seperti apa? Bagaimana batasan gratisnya? (TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari)

Transparan Kelola Dana BOS

Keluhan orangtua siswa di Samarinda soal dugaan pemaksaan beli buku tambahan sudah berlangsung lebih dari seminggu.

Mendengar hal ini, Wali Kota Samarinda langsung membentuk tim khusus untuk menyelidiki sekolah-sekolah yang dicurigai melakukan intimidasi. 

Menurut bukti yang berhasil dikumpulkan dari perwakilan orang tua siswa, sedikitnya ada 30 sekolah yang diduga dan dilaporkan pada tim tersebut beberapa waktu lalu (5/8/2024).

Selain dugaan intimidasi, kasus ini juga menyeret isu pungutan liar di beberapa sekolah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved