Rabu, 3 Juni 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Proyek Terowongan di Samarinda Sudah Tembus 55 Persen, Sempat Terkendala Pembebasan Lahan

Sempat terkendala pembebasan lahan, progres proyek terowongan di Samarinda kini tembus 55 persen.

Tayang:
Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Diah Anggraeni
HO/Pemkot Samarinda
Proyek Terowongan Samarinda di sisi Jalan Sultan Alimuddin, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (18/8/2024). Dengan fokus pada pekerjaan penggalian dan pemasangan sistem pengamanan, diharapkan tidak ada lagi kendala yang menghambat proses konstruksi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Proyek ambisius pembangunan terowongan (tunnel) di Kota Samarinda yang menelan anggaran fantastis Rp 395 miliar tengah dikebut pengerjaannya. 

Dengan skema pembayaran Multi Years Contract (MYC), proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan kemacetan di kawasan Gunung Manggah dan sekitarnya.

Menurut perhitungan tim pelaksana, per 15 Agustus 2024, total galian terowongan sudah meningkat signifikan dibandingkan tiga bulan lalu yang baru mencapai 45 persen. 

Baca juga: Jukir Liar Masih Marak di Samarinda, DPRD Dukung Penertiban, Dishub Bakal Menyisir Sejumlah Titik

Detailnya, panjang galian inlet (sisi Jalan Sultan Alimuddin) mencapai 125 meter, sementara outlet (sisi Jalan Kakap) mencapai 55 meter dari total panjang terowongan.

“Progress saat ini sudah sampai di 55 persen,” sebut Rezky Samudra Aprilyan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) (18/8/2024).

Sebelumnya, Rezky menjelaskan bahwa  Pemkot Samarinda masih mengemban PR tersendiri, lantaran dampak sosial di sisi Jalan Kakap rupanya masih tersisa.

Baca juga: Walikota Samarinda Lantik 6 Pejabat, Andi Harun: Harus Transformasi Pelayanan

Namun, teranyar, rupaya persoalan tersebut sudah tuntas diselesaikan.

“Memang kemarin di outlet ada terkendala pembebasan lahan, tapi saat ini pembebasan sudah clear,” ungkapnya.

Di samping itu, Rezky mengaku optimis proyek ini dapat diselesaikan lebih cepat.

Dengan fokus pada pekerjaan penggalian dan pemasangan sistem pengamanan, diharapkan tidak ada lagi kendala yang menghambat proses konstruksi.

“Tinggal di lapangan teman-teman pelaksana, sudah fokus ke teknis kegiatan,” pungkasnya.(snw) 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved