Kamis, 9 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Program Disperkim Balikpapan Kota Kita Akan Launching, GSU Pilot Project Penyediaan Air Bersih

Dengan menargetkan kawasan Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) sebagai pilot project penyediaan air bersih

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/ARY NINDITA
Kepala Disperkim Balikpapan Rafiuddin mengatakan, Program Kota Kita tengah berprogres dan segera dilaunching. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program Kota Kita yang dinisiasi Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan, tengah berprogres dan segera dilaunching. Setelah melewati sosialisasi pada Agustus lalu.

Dengan menargetkan kawasan Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) sebagai pilot project penyediaan air bersih.

Tepatnya peningkatan sumur bor dalam yang sudah ada di RT 35 untuk mencakup empat RT yakni RT 29, RT 35, RT 37, RT 40 di Kelurahan Gunung Sari Ulu.

Kepala Diseperkim Balikpapan Rafiuddin mengatakan, program Kota Kita dalam proses pengerjaan dan hampir rampung.

Baca juga: BPPDRD Balikpapan Sebut Bandara dan Mall BSB Potensi Besar Penyumbang PAD dari Sektor Parkir

"Tinggal perapian saja, agar air yang disediakan ini layak untuk dimanfaatkan oleh warga," ujarnya, Senin (9/9/2024).

Dalam program ini, Disperkim turut membangun kolaborasi bahwa penanganan kumuh di Balikpapan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, yakni menggandeng pihak swasta.

Ada pun beberapa pengerjaan mencakup pekerjaan reservoir air, water treatment. Dengan pengadaan mulai dari tandon, mesin filter air, selang, pipa dan lain sebagainya.

Sebelum diluncurkan, Rafiuddin menuturkan bahwa pihaknya juga telah melakukan uji coba air sumur bor dalam tersebut kepada laboratorium kesehatan (Labkesda) Balikpapan.

"Alhamdulillah hasilnya cukup positif, layak untuk indikator air bersih," ucapnya.

Tahap pekerjaan selanjutnya ialah membuat atap pelindung. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan dan melindungi filter-filter air. Supaya air yang dihasilkan tidak terganggu dengan lainnya. 

Disperkim akan menyerahkan kepada kelompok penerimaan (KKP) manfaat. Kemudian KKP akan berembuk dengan RT dan warga terkait pemanfaatan air.

Mulai dari kelompok pengelolanya, hingga operasional merujuk keberlanjutan pemeliharaan air sumur bor dalam tersebut.

"Mudah-mudahan setelah kita treatment, air bisa dimanfaatkan maksimal. Karena selama ini mereka beli tandon, paling tidak kita bisa bantu sebagian warga sekitar lokasi tersebut," pungkasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved