Rabu, 15 April 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Banjir Ancam Permukiman Warga di Kelurahan Guntung Bontang Kaltim

Pihak berwenang berharap ketinggian air tidak semakin memburuk. Namun, ancaman banjir masuk ke pemukiman tetap menjadi kekhawatiran utama. 

Penulis: Geafry Necolsen | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung Briptu Hardiansyah, memantau kondisi banjir yang melanda wilayahnya. Senin (9/9/2024). TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan banjir yang melanda Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, semakin mengkhawatirkan. 

Pada Senin (9/9/2024) siang, ketinggian air yang merendam jalanan di beberapa RT meningkat drastis, mengancam aktivitas warga dan menimbulkan potensi bahaya lebih besar.

Pada pagi hari, banjir yang semula setinggi 10 centimeter, kini mencapai hingga 45 centimeter di beberapa titik. 

Berdasarkan data yang dihimpun TribunKaltim.co, sebanyak 7 RT terdampak luapan air sungai, dengan ruas jalan yang tergenang air, termasuk pemukiman bantaran sungai.

Baca juga: Atasi Banjir di Samarinda, Andi Harun Terkendala APBD Terbatas tak Bisa Dituntaskan Cepat

"Ketinggian air bervariasi, dari 10 hingga 45 centimeter," ungkap Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung, Briptu Hardiansyah kepada TribunKaltim.co, Senin (9/9/2024).

Hardiansyah menyebut beberapa rumah warga sudah mulai terendam, kondisi ini tetap mengancam, terutama jika ketinggian air terus meningkat.

Beberapa wilayah yang terdampak parah termasuk Jalan Tari Jepen RT 04, RT 10, RT 11, dan RT 17, dengan genangan air sepanjang mencapai ratusan meter.

Di Jalan Tari Enggang RT 15, genangan mencapai 30 centimeter di beberapa titik, memaksa penutupan sementara akses jalan menuju rumah adat.

"Akses Jalan Tari Enggang kami tutup, karena ketinggian air sudah terlalu berbahaya. Kendaraan roda dua pun tidak bisa melintas," lanjutnya.

Beberapa warga yang nekat mencoba melewati banjir harus menghadapi kendaraannya mogok.

Baca juga: Kawasan IKN Kaltim Dibayangi Risiko Banjir dan Longsor Akibat Curah Hujan Tinggi, Penjelasan BMKG

Situasi ini terus dipantau, dan pihak berwenang berharap ketinggian air tidak semakin memburuk. Namun, ancaman banjir masuk ke pemukiman tetap menjadi kekhawatiran utama. 

"Semoga air tidak semakin besar. Kejadian ini sudah berlangsung sejak pagi, dan kami masih terus memonitor situasi," pungkas Briptu Hardiansyah. (mrd)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved