Berita Samarinda Terkini

Pemkot Cari Solusi Terbaik untuk Mengatasi Kemiskinan Ekstrem di Kota Samarinda

Data terbaru menunjukkan sekitar 299 keluarga atau 0,17 persen dari 1.502 jiwa di Samarinda hidup dalam kategori kemiskinan ekstrem pada 2024

Penulis: Muhammad Said | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
Ilustrasi, suasana pemukiman di Jalan Antasari Gang Karya RT 7 Kelurahan Teluk Lerong Ulu Kota Samarinda Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Meskipun Kota Samarinda semakin berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi kasus kemiskinan ekstrem masih menjadi masalah serius yang perlu perhatian. 

Data terbaru menunjukkan sekitar 299 keluarga atau 0,17 persen dari 1.502 jiwa di Samarinda hidup dalam kategori kemiskinan ekstrem pada 2024.

Pemkot Samarinda telah mengimplementasikan beberapa program untuk mengatasi masalah ini, seperti Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dan Social Security Number (SSN). 

Baca juga: Samarinda jadi Incaran Investor, Proyek Rehabilitasi Delta Mahakam, Investasi 20 Juta Dolar Kanada

Namun, angka kemiskinan ekstrem tetap berfluktuasi selama empat tahun terakhir, yakni 41,92 ribu jiwa pada 2020, meningkat menjadi 42,84 ribu jiwa di 2021, kemudian turun ke 41,95 ribu jiwa pada 2022, dan sedikit menurun lagi menjadi 41,89 ribu jiwa di 2023. 

Asisten I Pemerintah Kota Samarinda, Ridwan Tassa, menjelaskan bahwa upaya lebih konkret kini difokuskan untuk mendata dan memahami penyebab utama kemiskinan ekstrem. 

“Pentingnya verifikasi data yang akurat serta pendekatan langsung yang melihat setiap keluarga sesuai kondisi dan kebutuhan mereka, mulai dari akses kerja, program bedah rumah, hingga pelatihan usaha kecil dan menengah,” katanya pada Senin, 9 September 2024.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan bantuan berupa kebutuhan pokok senilai Rp 700 ribu per keluarga miskin ekstrem dan membuka peluang kerja melalui pusat-pusat UMKM. 

Pemkot Samarinda berkomitmen untuk terus mencari solusi terbaik dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya meski tantangan yang ada cukup kompleks dan memerlukan pendekatan berkelanjutan serta dukungan semua pihak.

"Harapannya, program-program ini dapat memberikan kesempatan bagi warga yang berada dalam kategori miskin ekstrem untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” tutup Ridwan Tassa. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved