Berita Nasional Terkini
Viral Data Pribadi Akun Fufufafa Menjurus ke Gibran Rakabuming, Benarkah Milik Wapres Terpilih?
Di media sosial khususnya X sedang viral mengulas akun Fufufafa yang mengarah ke Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Sebagai informasi, akun Fufufafa menjadi sorotan setelah wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka diduga sebagai pemiliknya.
Adapun akun Fufufafa kerap membagikan komentar negatif tentang Prabowo Subianto pada 2014 lalu.
Saat itu, Prabowo menjadi rival ayah Gibran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014.
Baca juga: Update Polemik Fufufafa, Pakar Bongkar Dugaan Pemilik Akun, Bantahan Gibran dan Respons Gerindra
Sejumlah cibiran dituliskan akun Fufufafa.
Satu di antaranya, akun tersebut mengomentari artikel berjudul 'Guru Ngaji Ini Melecehkan 20 Gadis'.
Akun Fufufafa kemudian memberi komentar 'Pasti pendukung Prabowo'.
Gibran pun telah membantah sebagai pemilik akun tersebut.
Ia justru meminta awak media menanyakan langsung kepada pemilik akun medsos tersebut.
"Lha mbuh, takono sing nduwe akun (gak tahu, tanya saja pemilik akun)," kata singkat Gibran, Selasa (10/9/2024) seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Menkominfo Tegaskan Akun Fufufafa Bukan Milik Gibran: Itu Upaya Adu Domba.
Di sisi lain, Pakar telematika, Roy Suryo membenarkan dugaan netizen soal pemilik asli akun Fufufafa.

Hal tersebut, katanya, dilandasi dari analisis pakar digital dan berbagai temuan yang tersebar di media sosial (medsos).
"Sebenarnya sudah tidak perlu dibantah lagi bahwa akun Kaskus Fufufafa yang membuat heboh di masyarakat tersebut adalah orang yang sudah banyak disebut selama ini. Jadi sekali lagi sebaiknya BAS tidak perlu komen," katanya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Rabu (11/9/2024).
Lebih lanjut, Roy meminta Budi Arie menginstropeksi diri sebagai Menkominfo terkait bocornya data dari Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) beberapa waktu lalu yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lembaga negara.
"BAS adalah sosok yang malah terbukti jelas gagal total dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya saat menangani PDN dengan kasus kebocoran data yang sangat memalukan di mata dunia, merugikan masyarakat, dan banyak lembaga negara yang diretas dan dibocorkan datanya beberapa bulan lalu," tegasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.